19 Juli 2020

Berita Golkar - Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Banjarmasin tidak hanya diramaikan oleh perebutan kendaraan partai politik oleh para kandidat yang bertarung. Namun juga dalam hal gaya kampanye politik, sangat menarik untuk diikuti.

Seperti gaya kampanye yang dilakukan oleh salah satu bakal calon Walikota atau Calon Walikota Banjarmasin Hj Ananda, yang kini masih menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarmasin dan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Banjarmasin.

Berbagai pendekatan politiknya untuk merebut hati rakyat melalui media baliho dengan kata-kata unik dan berbagai postingannya di media sosial resminya yang menarik, menjadi salah satu gaya kampanye yang dapat mengundang ketertarikan oleh masyarakat.

Baca Juga: Balon Bupati Rohil Afrizal Sintong Bagikan 930 Karung Beras di Tanah Putih

Menurut Pemerhati Sosial Politik Kalsel, Kadarisman melalui gaya pendekatan politik yang unik dan menarik tersebut, memungkinkan Hj Ananda mampu mendapatkan simpati dari kalangan ibu-ibu dan kaum millenial yang akan menjadi pemilik hak suara terbesar di Pilkada Kota Banjarmasin.

“Apalagi yang bersangkutan memang memiliki karakter yang cantik, supel dan cerdas. Sehingga gaya kampanyenya terlihat jauh lebih alami dan jauh dari kesan pencitraan dalam konotasi yang negatif,” ujarnya, Minggu (19/7).

Baginya gaya kampanye yang dilakukan oleh Hj Ananda hari ini dikenal dengan istilah social proof alias herd behavior, yaitu sesuatu yang lagi ramai serta akan mengundang kehebohan yang membuat orang lain tertarik untuk mengikuti.

Baca Juga: Bersama Relawan COVID-19, Suryadi Turun Gunung Semprotkan Disinfektan di Kedungkandang

“Saya melihat Hj Ananda dan Tim Kampanyenya sedang menerapkan trik reciprocity, the more you give the more you get. Promosi politiknya unik dan banyak konsep yang dibungkus fun serta menghibur. Inilah yang membuat suasana Pilkada Banjarmasin menjadi berbeda dan lebih hidup,” tegasnya.

Sementara itu, Pengamat Politik dan kebijakan publik Fisip ULM, Taufik Arbain mengingatkan pasangan calon Walikota yang bertarung di Pilkada Kota Banjarmasin agar tidak salah dalam memilih pasangannya.

Sebab kehadiran calon Wakil Walikota di Pilkada Kota Banjarmasin tidak hanya melengkapi untuk pencalonan saja, namun harus mampu menjadi vote gather (pendulang suara) berbasis koneksitas, modal sosial dan modal politik.

Baca Juga: Bersama Mensos dan Kepala BNPB, Muhammad Fauzi Tinjau Korban Banjir Bandang di Luwu Utara

“Tanpa mengenyampingkan sosok H. Yuni Abdi Nur Sulaiman dan Hermansyah, bisa jadi Hj Ananda adalah gadis pilihan dalam Pilkada Kota Banjarmasin. Apalagi misalkan dalam konteks pilkada Kota Banjarmasin nama-nama yang digadang-gadang menjadi orang nomor satu adalah Haris Makie hingga Ibnu Sina yang tidak lain merupakan incumbent,” ungkapnya.

Baik itu Hj Ananda, H. Yuni Abdi Nur Sulaiman maupun Hermansyah sangat berpeluang mengisi posisi orang nomor dua atau bahkan nomor satu di Pilkada Kota Banjarmasin.

“Hj Ananda memiliki modal sosial yang menjadikan dia dikenal sebagai wakil rakyat yang punya prestasi dan segudang pengalaman. Lalu H Yuni Abdi Nur Sulaiman juga memiliki modal sosial jaringan Barito Putera dan emosional loyalis dan kecintaan publik pada alm H Leman yang melegenda. Keduanya ini tentu punya kans yang sangat besar untuk ikut menjadi bagian dalam Pilkada di Kota Banjarmasin,” tukasnya. {wartaniaga.com}

fokus berita : #Hj Ananda #Kadarisman


Kategori Berita Golkar Lainnya