21 Juli 2020

Berita Golkar - Kubu H. Suhaili FT terus merapatkan barisan untuk memenangkan pertarungan dalam perebutan kursi Ketua DPD I Golkar NTB yang akan digelar dalam forum Musyawarah Daerah (Musda) di Kabupaten Lombok Tengah.

Pada Senin malam, 20 Juli 2020 lalu, Suhaili mengumpulkan para pendukungnya dalam sebuah acara rapat pleno persiapan menghadapi Musda. Dalam pertemuan tersebut, Suhaili mengundang sejumlah pemilik suara yakni dari unsur organisasi sayap partai.

“Rapat Pleno DPD I Golkar dan sayap partai malam ini memutuskan dukungan kepada HM. Suhaili FT sebagai Ketua DPD I Golkar NTB Periode 2020-2025,” sebut sumber Suara NTB yang ikut hadir dalam pertemuan tersebut.

Baca Juga: Musda Golkar Diawali Dari Pohuwato dan Berakhir di Kota Gorontalo

Organisasi sayap yang hadir dalam pertemuan tersebut yakni KPPG dan AMPG, dimana dalam Musda mereka memiliki satu suara dari 14 suara yang akan diperebutkan. Dengan dukungan dari organisasi sayap itu, Suhaili telah menambah dukungan suara.

Dari informasi yang diperoleh Suara NTB, sampai saat ini, Suhaili setidaknya sudah mengantongi dukungan 10 Suara yang berada dari satu suara pengurus dimisioner DPD I Golkar NTB, kemudian satu suara organisasi sayap dan delapan suara dari DPD II, kecuali DPD II Golkar Kota Mataram dan Kota Bima yang belum menyatakan sikap.

Dengan demikian tersisa hanya ada empat suara yang belum menyatakan dukungan kepada Suhaili. Suhaili baru bisa melenggang kembali memimpin Golkar NTB, apabila seluruh suara mendukung dia. Pasalnya DPP menekankan supaya Musda Golkar NTB dilakukan secara aklamasi.

Baca Juga: Keputusan Sudah Final, Kader Golkar Halmahera Barat Diminta Solid Menangkan Ahmad Zakir Mando

Sementara itu, Sekretaris DPD I Golkar NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda yang dikonfirmasi Suara NTB terkait dengan pertemuan tersebut, tidak membantahnya. Dia membenarkan telah dilakukan rapat pleno persiapan Musda.

Hanya saja dia menolak bahwa dalam rapat pleno tersebut tidak ada bicara terkait dukung mendukung. “Betul ada rapat pleno persiapan Musda, tapi tidak mengenai dukung mendukung,” tegas Isvie.

Dinamika politik Musda Golkar NTB berlangsung alot, terutama rivalitas antara kubu Suhaili dan Ahyar Abduh yang akan bertarung dalam Musda memperebutkan kursi ketua DPD Golkar NTB. Tingginya dinamika politik itulah yang kemudian menyebabkan Musda kembali ditunda untuk kesekian kalinya. Sedianya Musda akan berlangsung Rabu, 22 Juli 2020.

Baca Juga: Gde Sumarjaya Linggih-Bagus Adhi Mahendra Putra Gawangi Pemenangan Golkar di Pilkada Bali

“Musda kembali ditunda,” kata Wakil ketua Bidang Kerjasama dan Antarlembaga DPD Golkar NTB, Hasan Massat, Selasa, 21 Juli 2020.

Hasan berdalih, penundaan Musda dilakukan lantaran pihak panitia kurang cermat dalam melalukan penjadwalan Musda. Pasalnya, pada waktu sama pengurus DPP disibukkan dengan rapat pleno persiapan arah dukungan Golkar di Pilkada serentak 2020.

Sehingga pengurus DPP tidak bisa hadir dalam Musda X tersebut. Sesuai AD/ART partai, pelaksanaan Musda wajib dihadiri oleh unsur DPP. “Ini semata-semata persoalan teknis penjadwalan kurang cermat,” katanya.

Baca Juga: Keluarkan Diskresi, Airlangga Muluskan Langkah Supriansa Rebut Kursi Ketua Golkar Sulsel

Dia menepis tertunda pelaksanaan Musda X lantaran belum klop para pemilik suara terkait persaingan kursi ketua Golkar NTB antara Suhaili FT dan Ahyar Abduh. Walaupun diakui, tertunda kembali pelaksananan Musda X membuat DPP kemungkinan bakal menunjuk Plt ketua Golkar NTB.

Sesuai surat diterbitkan oleh DPP Partai Golkar nomor 2, perpanjangan kepengurusan Suhaili berlaku hingga 31 Juli. Dengan begitu, Jika Musda belum digelar sesuai tenggat waktu itu, DPP akan menunjuk Plt ketua.

“Tapi kita usahakan Musda terlaksana sebelum tanggal 31 Juli. Tentu akan dikomunikasikan ulang DPP terkait jadwal Musda,” pungkasnya. {www.suarantb.com}

fokus berita : #Baiq Isvie Rupaeda #Suhaili FT


Kategori Berita Golkar Lainnya