22 Juli 2020

Berita Golkar - Gelaran musyawarah daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kota Bekasi pada Agustus 2020 semakin diseriuskan. Pasalnya, Rabu (22/7/2020) besok bakal digelar rapat pleno yang berlangsung di Pendopo Ketua DPD Golkar Kota Bekasi,  Pekayon Jaya, Bekasi Selatan.

"Informasi yang saya dapat, Rabu sore akan dilaksanakan rapat pleno," kata salah satu calon kandidat, H. Zainul Miftah (HZM) saat dihubungi Suarakarya.id, Selasa (21/7/2020).

Ketua HPK 1957 Kota Bekasi yang juga sebagai Wakil Ketua Himpunan Pengusaha Kosgoro (HPK) 1957 Jawa Barat ini menyikapi siapa pun kader Golkar yang maju di Musda, diharapkan dapat menjaga marwah partai beringin ini.

Baca Juga: Survei Ungkap Mayoritas Masyarakat Minta Pilkada 2020 Ditunda, Ini Tanggapan Ahmad Doli Kurnia

 

Ia sebagai kader milenial, tentunya ingin memperkuat dan menpersatukan persepsi antara senior-senior di Bekasi untuk mengedepankan Partai Golkar yang berideologi kuat.

"Apa yang disampaikan DPD I bahwa kita memimpin itu harus memiliki kader yang militan. Dalam artian, jangan Partai Golkar dijadikan hanya sebagai landasan 'perahu'. Tapi harus dijadikan sebagai rumah bersama," ujarnya.

"Artinya, disaat ada kepentingan bersama, kita lakukan kebersamaan. Tidak hanya kepentingan untuk kita manfaatkan fasilitas tersebut," terangnya.

Baca Juga: Usai Musda Golkar Indramayu, Internal Partai Kian Memanas

Ia pun sudah siap segalanya jika pimpinan DPP mengizinkan maju di Musda 2020. "Saya siap kapan pun, saya hanya menunggu arahan dan perintah dari ketua DPK Kosgoro 1957 Kota Bekasi," ujarnya.

Rencana majunya petahana Rahmat Effendi sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi mendapatkan respon negatif dari ketua dewan pakar Golkar, Agung Laksono. Menurut Agung, perubahan Ketua DPD Golkar Kota Bekasi adalah keniscayaan.

Walaupun, lanjut Agung, bahwa perubahan itu harus dilakukan melalui bingkai demokrasi dan sesuai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.

Baca Juga: Musda Golkar NTB Kembali Ditunda, Kubu Suhaili FT Perkuat Dukungan Para Pemilik Suara

"Saya kira hal yang penting dalam musda ini adalah keniscayaan adanya perubahan. Namun perubahan itu harus dalam bingkai demokrasi, sesuai AD/ART tanpa ada perpecahan. Dalam bingkai menjaga keutuhan partai," katanya dalam siaran tertulis pada Senin (17/7/2020) seperti dilansir golkarpedia.com. {m.suarakarya.id}

fokus berita : #Zainul Miftah


Kategori Berita Golkar Lainnya