23 Juli 2020

AMPI Dorong RUU Cipta Kerja Sematkan Klausul Pengembangan Startup

Berita Golkar - Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) mendorong agar Rancangan Undang Undang (RUU) Cipta Kerja menyematkan klausul terkait pengembangan start-up dan mitra bisnisnya agar tujuan mencapai keuntungan bersama dapat tercapai.

Sebagai catatan isi RUU Cipta Kerja yang sedang di bahas DPR mencakup membahas berbagai aspek kemudahan dalam berinvestasi. AMPI menilai hal ini dapat menguntungan perusahaan rintisan atau start-up yang biasanya digandrungi anak muda.

"Jika diperlukan, tak ada salahnya ditambahkan klausul buat perusahaan-perusahaan yang bergerak dengan prinsip sharing economy ini agar antara start-up dan patner bisnis bisa sama-sama merasa nyaman," kata Keua Umum AMPI Dito Ariotedjo, Kamis (23/7/2020).

Baca Juga: Berbagi Kisah Sukses, Zulfikar Arse Sadikin ajak Para Tenaga Ahli Fraksi Berani Jadi Caleg Golkar

Dito mengatakan, transformasi digital yang dilakukan harus disesuaikan dengan pendekatan yang serasi terhadap pengembangan dunia start-up. Karena start-up juga menciptakan lapangan pekerjaan yang tidak sedikit, terutama bagi anak muda.  

Karenanya, butuh pendekatan yang sedikit berbeda dalam membuat payung hukum bagi start-up. Sebab, start-up rata-rata bergerak dalam prinsip-prinsip sharing economy, di mana aktivitasnya lebih banyak bersifat patnership, bukan relasi karyawan dan pengusaha.  

"Karenanya, antara start-up dan patner bisnis harus sama-sama nyaman. Sementara soal karyawan yang murni pekerja start-up,  aturan mainya bisa disamakan dengan pekerja formal lainya," ucap Dito.

Baca Juga: Perkuat Mesin Partai Golkar di Pilkada 2020, SOKSI Segera Gelar Munas

Dito meyakini, seluruh fraksi partai politik di DPR, khususnya Fraksi Golkar yang berazaskan kerakyatan, akan mendahulukan kepentingan negara. Karenanya, kata Dito, dampak positif terhadap ekonomi harus diyakini sebagai hasil pembahasan RUU Cipta Kerja. {investor.id}

fokus berita : #Dito Ariotedjo