25 Juli 2020

Berita Golkar - Dari sembilan bakal calon Ketua DPD I Golkar Sulsel yang mengembalikan formulir, hanya empat kandidat yang memenuhi syarat pencalonan. Lima kandidat lainnya tidak memenuhi syarat, lantaran tidak menyerahkan syarat dukungan minimal 30 persen dari total pemilik suara.

Empat bakal calon Ketua DPDI Golkar Sulsel yang akan bertarung di Jakarta dalam agenda Musda ke-X pada bulan Agustus adalah Taufan Pawe, Supriansa, Syamsuddin Hamid, dan Hamka B Kady. “Tahapan pencalonan berakhir hari ini. Dari sembilan kandidat hanya empat calon yang resmi bertarung di Musda ini,” kata

Ketua Stering Committee Musda Golkar Sulsel ke-X, Arfandy Idris kepada awak media, Sabtu (25/7/2020).

Baca Juga: Nurdin Halid Minta Musda Golkar Sulsel Digelar di Jakarta, Ini Alasannya

 

Langkah selanjutnya panitia pengarah akan melakukan verifikasi administrasi dan faktual syarat dukungan empat calon Ketua Golkar Sulsel ini. Kemudian akan dilaporkan dalam pimpinan Musda. “Apakah ada dukungan yang ganda atau tidak memenuhi syarat nanti kami akan sampaikan ke pimpinan Musda,” katanya.

Termasuk, pemilik suara yang berasal dari DPD II Golkar Gowa dan Sinjai yang dianggap bersoal karena Plt ketuanya dinonaktifkan sebagai pengurus. “Silahkan saja kandidat mendapat dukungan dari dua daerah ini. Kami nanti serahkan ke pimpinan Musda. Apakah sah atau tidak,”bucapnya.

Terkait lima kandidat yang tidak menyerahkan syarat dukungan ke panitia Musda sehingga dinyatakan gugur, Arfandy mengaku tidak mengetahui secara pasti. “Ada yang memberi konfirmasi ke kami dan adapula yang tidak,” tuturnya.

Baca Juga: Sandingkan Sahbirin Noor-Muhidin, Golkar Tak Gentar Lawan Kotak Kosong di Pilgub Kalsel

Kelima kandidat yang tidak menyerahkan syarat dukungan itu diantaranya. Syamsul Alam, AnRio Padjalangi, Emir Baramuli, Kadir Halid, dan Abdillah Natsir.

Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Golkar Sulawesi Selatan yang juga bakal calon Ketua Golkar Sulsel, Kadir Halid mengatakan memilih mundur dari pencalonan karena ingin memenangkan koleganya Syamsuddin Hamid.

“Saya mundur dari pencalonan. Dan masuk menjadi tim pemenangan pak Syamsuddin,” ujar mantan legislator DPRD Sulsel itu. {www.sulselsatu.com}

fokus berita : #Arfandy Idris


Kategori Berita Golkar Lainnya