26 Juli 2020

Berita Golkar - Puluhan tokoh masyarakat dan para walinagari di Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu kemarin, hadiri sosialisasi ‘Empat Pilar Kebangsaan’ bersama Anggota DPR-RI, H. John Kenedy Azis, di Hotel Nan Tongga, Pariaman.

Kegiatan yang dihelat dengan mengikuti ketentuan protokoler kesehatan tersebut berlangsung hangat dan, John Kenedy Azis bahkan sempat meneteskan air mata ketika peserta sosialisasi mempertanyakan soal keterlibatannya membahas Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

Di hadapan tokoh-tokoh adat dan ulama, Politisi Partai Golkar itu mengaku terpukul ketika namanya disebut-sebut di media sosial sebagai salah seorang pendukung kemunculan kembali partai komunis di Indonesia di media sosial. “Saya dibully habis, tapi saya memilih untuk diam,” ujarnya.

Baca Juga: Jelang Musda Golkar Sulsel, Ini Pesan Aburizal Bakrie Untuk Supriansa

Putera asli Padang Pariaman itu menyebutkan, meski namanya masuk dalam panitia kerja Penyusunan RUU HIP, namun dia tidak pernah aktif dalam rapat-rapat penyusunan. “Sebab, nama saya dimasukkan sudah di akhir penyusunan,” akunya.

“Jadi, kalau kawan-kawan wartawan menanyakan apa keuntungan dan kerugiannya, saya tidak bisa jawab karena saya belum mengetahui betul soal itu,” katanya.

Namun demikian, menurut John Kenedy Azis, melihat reaksi masyarakat yang menolak keberadaan RUU HIP, DPR tentu tidak akan tutup mata. “Hanya saja ada mekanisme yang harus dilalui, yaitu apakah akan melanjutkan atau tidak melanjutkan pembahasan RUU tersebut,” jelasnya.

Baca Juga: Ismun Zani Kembali Pimpin Golkar Lampung Barat Lima Tahun Ke Depan

Namun yang jelas, ulas John Kenedy Azis, masyarakat harus tahu bahwa Partai Golkar itu didirikan dengan azas Pancasila. Tiga ormas pendiri Partai Golkar, Kasgoro 1957, MKGR dan Soksi juga berazaskan Pancasila. Tujuan ketiga organisais itu mendirikan Partai Golkar adalah untuk memberantas PKI. {www.topsatu.com}

fokus berita : #John Kenedy Azis


Kategori Berita Golkar Lainnya