26 Juli 2020

Berita Golkar - Pesta demokrasi pemilihan calon kepala daerah (Pilwali) Kota Balikpapan atau Pilkada Balikpapan rencananya mulai bergulir pada 9 Desember 2020 nanti. Namun hingga kini sejumlah kandidat yang sudah siap bertarung pada kontestan demokrasi nanti belum ada satupun yang diusung secara resmi sebagai wakilnya.

Termasuk Calon Walikota H. Rahmad Masud yang juga belum jelas akan berpasangan dengan siapa nantinya. Namun demikian, Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Kalimantan Timur, Rudi Mas'ud mengklaim bahwa Rahmad Masud yang juga sebagai adik kandungnya itu akan berpasangan dengan Thohari Azis, politisi PDIP.

Baca Juga: Pimpin Golkar Sarolangun, Tantowi Jauhari Siap Kembalikan Kejayaan Partai

Hal itu disampaikan secara langsung oleh Rudi Mas'ud saat ditemui di selah-selah kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Balikpapan yang berlangsung di Hotel Novotel Kota Balikpapan, Minggu (26/7/2020).

Bahkan Rudi Mas'ud juga menyebutkan bahwa Rahmad Mas'ud sudah pasti 1.000 persen akan berdampingan dengan Thohari Azis yang juga merupakan Ketua DPC PDIP Kota Balikpapan. "Ya itu ( Rahmad Masud ) jelas sudah pasti Wakilnya Thohari Azis, fix 1.000 Persen,” katanya

Rudi Mas'ud juga menuturkan kepastikan itu didukung rekomendasi yang dikeluarkan DPP Partai Golkar yang telah mengusung pasangan Rahmad Masud sebagai calon Walikota Balikpapan dan Thohari Azis sebagai Wakil Walikota Balikpapan.

Baca Juga: Satu SOKSI, Satu Kosgoro, Satu MKGR Dalam Satu Golkar

“Rekomendasi DPP itu yang keluar saya yang mengantarkan Pak Rahmad dan Pak Thohari Azis yang mengambil rekomendasi itu,” lanjutnya

Saat disinggung terkait Partai Gerindra yang sempat mengeluarkan rekomendasi dukungan terhadap Rahmad Masud untuk berpasangan dengan Sabaruddin Panrecalle, anggota DPR RI itu justru enggan menanggapinya. Lantaran menurutnya hal itu bukan kapasitasnya untuk memberikan jawaban.

"Kalau itu bukan kapasitas saya, kapasitas saya adalah Partai Golkar dan setahu saya Pak Rahmad mendapatkan rekomendasi maju, apakah itu lawan kotak kosong ataukah bertarung secara demokratis,” ujarnya.

Baca Juga: 5 Kandidat Ini Gagal Bertarung di Musda Golkar Sulsel

Menurutnya, Thohari Azis memiliki kapasitas untuk mendampingi Rahmad Masud karena dianggap memiliki elektabilitas yang cukup baik. “Saya yakin Pak Thohari Azis selaku Wakil Ketua DPRD Balikpapan memiliki kapasitas untuk itu,” pungkasnya.

Rekomendasi Rahmad Masud dengan Calon Gerindra Sudah Final

Berita sebelumnya. Dukungan terhadap Rahmad Masud sebagai calon Walikota Balikpapan dari berbagai partai politik terus mengalir. Kemarin Rabu (22/7/2020), partai besutan Prabowo Subianto, Gerindra juga resmi mengumumkan rekomendasi mengusung Rahmad Masud dalam Pilkada Balikpapan.

Tak ingin kehilangan momentum, Gerindra juga mengirim kader internalnya Sabaruddin Panrecalle bersiap sebagai calon Wakil Walikota mendampingi Rahmad Masud.

Baca Juga: Kasad Kembali Terpilih Jadi Ketua Golkar Aceh Timur

Namun, bak gadis cantik, sebelumnya Rahmad Masud juga telah dipasangkan oleh partai pemerintah, PDI Perjuangan. Dimana rekomendasi itu juga telah keluar memasangkan Thohari Azis sebagai Wakilnya.

Menanggapi ini, Ketua DPC Gerindra Kota Balikpapan, Muhammad Taqwa menegaskan bahwasannya ia didaerah hanya menjalankan perintah dari pusat.

Menurutnya partai yang telah tergabung dengan koalisi lain juga berhak untuk mengajukan bakal calon sebagai Calon Walikota ataupun Calon Wakil Walikota. "Yang jelas rekomendasi telah keluar, ini mengikat dan bersifat final, karena ditandatangani sekjen. Langkah ini menjadi final bagi kami," ujarnya.

Baca Juga: 5 Kandidat Ini Gagal Bertarung di Musda Golkar Sulsel

Sementara saat disinggung mengenai apakah rekomendasi tersebut merupakan harga mati, politisi partai Gerindra ini berujar dinamika politik pasti akan dinamis.

Namun apabila ada persoalan, misalnya dalam suatu keadaan Sabaruddin mengundurkan diri atau berhalangan, maka rekomendasi itu pun harus diganti. Tak hanya calon Wakil Walikota Balikpapan namun begitupun calon Walikotanya.

"Setelah ada rekomendasi ini SK akan turun, sampai pada akhirnya konselasi baru yang terjadi SK yang menentukan. Konsolidasi kepada partai lain juga," lanjutnya.

Baca Juga: Airlangga Instruksikan Kader Aktif Menangkan Calon Kepala Daerah Golkar di Pilkada 2020

Mengenai masalah apakah Rahmad Masud menyetujui rekomendasi itu, Taqwa tak banyak berkomentar. Menurutnya ini bukan menjadi kapasitas dirinya untuk menjawab itu.

Namun apabila, politisi partai Golkar itu tak menyetujui rekomendasi yang telah dikeluarkan, maka pihaknya akan mengembalikan semua keputusan ke DPP.

Adapun partai Gerindra menargetkan, dalam waktu satu atau dua minggu kedepan, menyoal ini sudah muncul akan hasil keputusan bersama. "Kalau tidak setuju mari kita bicara ulang. Politik ini dinamis semuanya bisa terjadi," pungkasnya. {kaltim.tribunnews.com}

fokus berita : #Rudi Mas;ud #Rahmad Mas'ud #Thohari Azis


Kategori Berita Golkar Lainnya