27 Juli 2020

Kedepankan Transparansi, Bamsoet Dorong Kemendikbud Kaji Ulang POP

Berita Golkar - Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) merespon permasalahan dari Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang membuat sejumlah organisasi mundur dari program tersebut.

Ia mendorong pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk dapat mengkaji ulang POP dan mengedepankan transparansi dalam memilih lembaga dan perusahaan yang terlibat dalam POP.

Bahkan, Bamsoet meminta Kemendikbud bersama DPR RI agar terlebih dahulu menetapkan anggaran, sasaran, dan juga target POP secara jelas dan sistematis.

Baca Juga: Targetkan 60 Persen Kemenangan di Pilkada, Golkar Gelar Bimtek Untuk Para Pimpinan DPRD

"Sehingga seluruh tahapan program dapat berjalan proporsional dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan di Indonesia, khususnya untuk pelatihan dan peningkatan kualiatas guru," kata Bamsoet dalam keterangan tertulis, Senin (27/7/2020).

Selain itu, Mantan Ketua DPR ini juga mendorong Kemendikbud untuk memahami alasan mundurnya organisasi besar yang bergerak di dunia pendidikan tersebut, serta melakukan introspeksi terhadap putusan Kemendikbud.

"Seperti Muhammadiyah, Nahdatul Ulama, dan PGRI, serta segera melakukan introspeksi terhadap putusan Kemendikbud guna meninjau kembali keputusan pemberian dana program POP kepada lembaga filantropis," ujarnya.

Baca Juga: Ini Agenda Politik Ahmadi Noor Supit Setelah Terpilih Jadi Ketum Depinas SOKSI

Sebagai informasi, Program Organisasi Penggerak Kemendikbud merupakan program peningkatan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang dilakukan ormas dengan hibah dana dari pemerintah senilai total Rp 595 miliar.

Ormas yang lolos seleksi akan diberi dana yang besarnya dibagi kategori. Kategori gajah diberi dana hingga Rp 20 miliar, Kategori Macan dengan dana hingga Rp 5 miliar, dan Kategori Kijang dengan dana hingga Rp 1 miliar.

Yayasan Putera Sampoerna lolos untuk mendapatkan dana Kategori Macan dan Gajah, lalu Yayasan Bhakti Tanoto lolos dalam Kategori Gajah sebanyak dua kali (Pelatihan guru SD dan SMP). {akurat.co}

fokus berita : #Bambang Soesatyo #Bamsoet