27 Juli 2020

Berita Golkar - Dadang Supriatna mengaku siap menerima konsekuensi setelah hengkang dari Partai Golkar dan maju sebagai bakal calon bupati Bandung dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Kepada wartawan seusai menghadiri peringatan Harlah PKB ke 22 di Kampung Mahmud Kecamatan Kutawaringin, Senin 27 Juni 2020, ia siap menanggalkan jabatannya sebagai anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Golkar daerah pemilihan Kabupaten Bandung.

Dadang sendiri siap berhenti sebagai wakil rakyat jika sudah mendaftar dan ditetapkan KPU untuk maju di Pilbup Bandung 2020. “Saya siap menerima konsekuensi sesuai AD/ART partai Golkar. Itu enggak masalah. Sudah menjadi risiko,” kata dia.

Baca Juga: AMPI Tapanuli Selatan Nilai Yasir Ridho Lubis Sosok Tepat Pimpin Golkar Sumut

Dadang mengatakan bila restu dari PKB untuk menjadi calon bupati merupakan kepercayaan besar. Apalagi didalamya ada dorongan alim ulama, para kiai, dan juga tim yang turut mendukung agar dirinya ikut maju Pilkada.

“Tentu saya mengapresiasi kepercayaan itu. Semoga membawa berkah, sesuai dengan skenario Allah bahwa inilahyang terbaik untuk Kabupaten Bandung,” kata Kang DS sapaan akrabnya.

Dikatakan Dadang, setiap orang tentunya memiliki harapan dan keinginan. Selain itu, tentu semua orang juga diperbolehkan melakukan langkah-langkah selama itu tidak melanggar. Demi kebaikan Kabupaten Bandung, ia menguatkan diri untuk tetap melangkah maju sebagai calon bupati Bandung meski partai yang membesarkannya tak memberikan restu.

Baca Juga: Golkar Kaltim Pastikan Rahmad Mas’ud Duet Dengan Thohari Azis di Pilkada Balikpapan

Disinggung bagaimana mengubah citra diri mengingat sebelumnya merupakan kader beringin kepada masyarakat dan konstituen, DS menilai bila hal itu akan dilakukannya secara bertahap walau pro kontra pasti ada.

“Kembali ke kultur masyarakat notabene nya kan ada beberapa tipe. Intinya saya akan memberi yang terbaik untuk masyarakat Kabupaten Bandung melalui PKB,” kata DS yang akan berpasangan dengan Sahrul Gunawan bertarung di Pilbup Bandung.

Sebelumnya, Wakil Ketua Bidang Litbang DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung, Yanto Setianto menyayangkan sikap Dadang Supriatna yang dikabarkan telah mendapatkaj rekomendasi untuk maju sebagai calon Bupati Bandung sekaligus menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) langsung dari Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Zigo Rolanda Sebut Golkar Kantongi Nama Birokrat Dampingi Khairunas Di Pilbup Solok Selatan

Yanto menilai Dadang Supriatna telah melanggar aturan partai dan mengingkari pakta integritas. Yanto mengatakan ada beberapa hal yang secara hukum DS dianggap telah diberhentikan secara tidak hormat oleh Partai Golkar.

“Pertama waktu penyampaian visi-misi sebagai peserta penjaringan bakal calon bupati dari partai Golkar, telah menandatangani fakta integritas akan mematuhi AD/ART partai dan akan menerima keputusan hasil konvensi. Jika tidak, maka aturannya harus berhenti dari keanggotaan partai golkar,” kata Yanto Jumat 24 Juli 2020. {notif.id}

fokus berita : #Dadang Supriatna


Kategori Berita Golkar Lainnya