07 Agustus 2020

Berita Golkar - Kepemilikan aset Kantor DPD Partai Golkar Kota Bekasi menjadi polemik yang belum dapat diselesaikan hingga saat ini. Bahkan masalah tersebut berpengaruh terhadap proses Musyawarah Daerah (Musda) ke V Partai Golkar Kota Bekasi.

Ketua Himpunan Pengusaha Kosgoro (HPK) Kosgoro 57 Kota Bekasi, Zainul Miftah mengajak kader Partai Golkar, pengurus kelurahan (PL) dan pengurus kecamatan (PK) ikut  memikirkannya. "Persoalan itu harus sama-sama clear and clear, " kata Zainul di Kota Bekasi, Jumat (7/8/2020).

Menurut dia, Partai Golkar Kota Bekasi perlu kejelasan tentang 'rumahnya.' "Jangan sampai belasan tahun rumah kita ternyata ada di orang dan tidak jelas, itu harus dipertegas," katanya lagi.

Baca Juga: Bamsoet Minta Perusahaan Terbuka Jika Ada Karyawan Kena COVID-19

Dia meminta, para kader bersama-sama khususnya kepada Ketua DPD ikut mencari solusi untuk menyelesaikan masalah aset tersebut. Masalah aset Kantor DPP Partai Golkar itu harus segera diselesaikan.

Zainul mengatakan, kantor itu sebagai rumah Partai Golkar Kota Bekasi, jika tidak ada rumah akan sulit. Soal sengketa aset kantor, kata Zainul, jika tidak segera diselesaikan bakal menimbulkan persoalan baru kedepannya.

"Soal gedung, ayo kita sama bersatu dari jajaran pengurus menuntut gedung Golkar dijualbelikan yang notabene bagian aset DPP."

Baca Juga: Arif Fathoni Tegaskan Golkar Hanya Usulkan Gus Hans Dampingi Machfud Arifin di Pilkada Kota Surabaya

"Ayo, mari semua bersatu melakukan perubahan di tubuh DPD Partai Golkar Kota Bekasi. Sehingga kedepannya tidak lagi terbelenggu oleh persoalan yang membuat kita semua jadi serba ketakutan,"  ucapnya.

Jika  semua kader berkenan untuk saling kerjasama dan bersatu, kata Zainul Miftah, Partai Golkar Kota Bekasi  bakal berkembang dan lebih maju kedepannya.

Terkait  kabar oligarki, dinasti dan mosi tidak percaya, Zainul menganggapnya wajar. Oleh karena itu, pengurus harus jujur dan berani mengambil sikap atas ketidakenakan dan ketakutan tersebut. "Kita harus sama-sama berani, harus kita sikapi untuk maju bersama-sama," kata Zainul.

Baca Juga: Edwin Sanjaya Jadi Kandidat Tertua di Musda Golkar Kota Bandung

Seperti diberitakan sebelumnya, Musyawarah Daerah (Musda) V Golkar Kota Bekasi belum digelar hingga saat ini. Alasannya, Musda V Golkar Kota Bekasi akan digelar jika telah menyelesaikan sengketa kantor DPD Partai Golkar.

Penundaan musda itu tertuang dalam Surat B-294/GOLKAR/VIII/2020 yang diterbitkan DPP Golkar. Surat yang ditandatangani Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan Sekjen Lodewijk F Paulus memerintahkan Ketua DPD Golkar Jawa Barat untuk menunda Musda Ke V DPD Golkar Kota Bekasi.

Penundaan musda  sampai ada kejelasan dari Ketua DPD Golkar Kota Bekasi tentang penjualan aset Partai Golkar Kota Bekasi. {wartakota.tribunnews.com}

fokus berita : #Zainul Miftah


Kategori Berita Golkar Lainnya