09 Agustus 2020

Berita Golkar - DPD II Partai Golkar Jakarta Selatan akan menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) dengan agenda memilih Ketua DPD II periode 2020-2025 pada 16 Agustus mendatang.

Kabar yang beredar di kalangan internal Golkar Jakarta beberapa kandidat pun menyatakan siap maju. Salah satunya adalah mantan Anggota DPRD DKI HM Ashraf Ali yang saat ini menjadi wakil ketua DPD Golkar DKI.

Saat dikonfirmasi, politisi senior Golkar DKI itu memberikan jawaban yang terkesan diplomatis. “Hehe, info dari siapa? Bisa aja ente mancing-mancingnya,” kata Ashraf saat dihubungi di Jakarta, Minggu (9/8/2020).

Baca Juga: Kalahkan Petahana Ridho Yahya, Syamdakir Edi Hamid Pimpin Golkar Prabumulih

Ashraf mengatakan, bahwa Musda Golkar bukan sekedar memilih ketua baru, tetapi merupakan momentum untuk melakukan evaluasi terkait kondisi partai.

Ashraf kemudian mengaku, sebagai penganut politik moderat dan militan, dirinya berprinsip  “Sami’na wa Atho’na“ terhadap pimpinan, dalam hal ini adalah Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, Ahmed Zaky Iskandar.

“Jadi, saya siap bila mendapat restu dari Ketua DPD Golkar DKI Ahmed Zaky Iskandar, demi mengkonsolidasi dan membangun partai ini, khususnya di wilayah Jakarta Selatan,” tegas Ashraf.

Baca Juga: Hemat Rp.40 Triliun Per Tahun, Maman Abdurrahman Sarankan Subsidi Tertutup Gas Elpiji 3 Kg

Ashraf juga memberi perhatian khusus terkait pelaksanaan pemilihan umum anggota legislatif (pemilu legislatif) 2019 lalu, karena partai beringin tidak dapat satu kursi pun di Dapil 7 dan 8, untuk DPRD DKI dan hanya 1 kursi DPR RI.

Dia mengakui, hal ini menggambarkan adanya persoalan sehingga berdampak terhadap perolehan suara di Pileg lima tahunan, khususnya di Jakarta Selatan yang tidak maksimal. Makanya, hal itu harus dijadikan pelajaran bagi semua kader Golkar baik di tingkat DPD II hingga kecamatan dan Kelurahan serta Pokar tingkat RW.

“Betul kemarin (Pileg 2019) memang tidak optimal, kita harus belajar dari kemarin untuk memperbaiki ke depannya. Nah, mulai sekarang ini harus kita perbaiki sama-sama agar di Pemilu 2024 bisa maksimal. Kita perlu konsolidasi dan rekonsiliasi mulai Musda ini,” jelas Ashraf saat disinggung soal perolehan suara di Jakarta Selatan pada Pileg lalu.

Baca Juga: Terpilih Pimpin Golkar Sulsel, Taufan Pawe Langsung Paparkan Strategi Pilkada Di Depan Airlangga

“Jadi, ini menurut saya harus dievaluasi menyeluruh. Dan kita harus sama-sama membesarkan Partai Golkar di Jakarta Selatan,” jelas mantan Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI itu.

Di samping itu, dia menjelaskan, dibutuhkan semangat dan tekad kebersamaan dalam membangun partai dan memenangkan Golkar di Pileg 2024.

Ashraf pun mengaku punya bekal yang cukup terkait kultur di Golkar. Mengingat dirinya sejak tahun 1988 pernah memimpin Golkar di tingkat Kelurahan, Kecamatan hingga kemudian menjadi pengurus harian di DPD Golkar DKI.

Baca Juga: Dipimpin Putra Ketua DPRD Wakatobi, Bupati Arhawi Minta AMPG Tetap Beri Kritik Membangun

Oleh karena itu, Ashraf mengajak kepada setiap kader Golkar agar selalu ingat pesan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan tagline partai ini yakni ‘Golkar bersih, Golkar bangkit, Golkar maju, Golkar menang’. Sehingga, seluruh kader harus bergerak serentak dalam membangun kesolidan konstiuen di akar rumput.

“Ke depan, tidak boleh main-main, kita harus bekerja penuh membangun partai. Tentunya harus berintegritas dan loyalitas,” tutup Ashraf. {kronologi.id}

fokus berita : #Ahmed Zaki Iskandar #Ashraf Ali


Kategori Berita Golkar Lainnya