13 Agustus 2020

Berita Golkar - Ketua DPD II Golkar Muarojambi tidak menerima DPD I yang bertindak sewenang-wenangnya merampas hak DPD II untuk mem-Plt-kan ketua baru. Pasalnya, mereka melaksanakan Musda tanpa musyawarah dengan DPD II untuk menentukan jadwal. Sebenarnya ini adalah hak DPD II untuk melaksanakan penyusunan jadwal dan tempat untuk Musda.

Ketua DPD II Golkar Muarojambi H M Nawawi mengatakan DPD I sudah merampas hak terkait tempat pelaksanaan Musda, seharusnya tempat dan jadwal Musda tersebut DPD II yang berhak menentukan.

"Terkait SK Plt yang diserahkan kepada Ivan Wirata pada tanggal 11 Agustus 2020 saya selaku Ketua DPD II Golkar Muarojambi yang masih aktif tidak diberikan tembusan, itupun saya hanya dapat kabar di media online, hal ini juga akan kami laporkan ke DPP, " jelasnya, Kamis (13/8/2020).

Baca Juga: Ismet Roni Ungkap PKS Siap Berkoalisi Dengan Golkar Usung Rycko Menoza di Pilkada Bandar Lampung

Menurutnya, SK itu tidak sah. Seharusnya menunjuk Plt yang baru harus ada tembusan ke DPD II Golkar Muarojambi, tidak cukup dengan orang yang mereka tunjuk saja, sementara Ketua DPD II Golkar Muarojambi masih aktif.

"Kita akan melaporkan ke DPP, karena mereka telah melanggar AD-ART, dan mereka menentukan jadwal dan hari musda DPD II sekehendak mereka sendiri, " ungkapnya.

Sekretaris DPD II Golkar Muarojambi Sabar mengatakan pleno diperluas dibidang organisasi, ketua DPD I sendiri tidak hadir saat rapat, seharusnya pleno diperluas seharusnya mereka mengundang seluruh ketua DPD II dan sekretaris se Provinsi Jambi.

Baca Juga: Masyarakat Sambas Ingin Pemimpin Baru, Maman Abdurrahman Pastikan Golkar Usung Heroaldi-Rubaety

"Semestinya semua DPD II diikut sertakan sebanyak 11 Kabupaten Kota di Provinsi Jambi, mereka tidak lakukan sudah dua kali mereka lakukan pleno diperluaskan,tidak pernah mereka lakukan itu, jadi menurut kami mereka arogan dan memaksakan kehendak, " jelasnya.

Mereka juga sudah melakukan koordinasi dengan Ketua DPD I untuk pelaksanaan musda tersebut, Ketua DPD I menjawab asalkan jagan lewat tanggal 31 Agustus 2020.

Sementara Ketua Plt DPD II Golkar Muarojambi yang baru saja di SK kan Ivan Wirata mengatakan proses jadwal musda telah mereka usul sejak 28 Juli 2020 namun mereka tidak setuju.

Baca Juga: MDI Sesalkan Oknum Dewan Sebar Hoaks Plt Bupati Indramayu di Group WhatsApp DPD KNPI

"Kita usulkan tanggal 5 Agustus mereka tidak setuju, dan minta digeser karena tidak sanggup dan kita minta dipertanyakan pengurus Ketua DPD I, malah pihak Provinsi jawab pada tanggal 10, mereka masih menolak di tanggal 10 karena minta undur pada tanggal 24 Agustus, "jelasnya

Artinya mereka juga melanggar AD-ART, karena mereka selalu menolak dan tidak mengikuti perintah DPD 1 Provinsi padahal seluruh daerah sudah mengikuti hanya mereka yang tidak mau ikut.

"Saya menilai, Ketua DPD yang lama telah juga melanggar AD-ART karena tidak mau ikuti perintah DPD I dan telah memberhentika sebanyak 11 Pengurus kecamatan (PK) dan di Plt kannya, sebab 10 PK itu memeberikan dukungan kepada saya, " ujarnya.

Baca Juga: Taufan Pawe Ajak Seluruh Kader Golkar Menyatu dan Jaga Soliditas Jelang Pilkada se-Sulsel

11 Pengurus Kecamatan PK yang telah mereka pecat tersebut SK nya masih berlaku hingga tahun 2021, sedangkan PK tersebut tidak sesuai juga yang mereka pecat, mereka belum mengundur diri, tidak melanggar AD-ART, dan tidak meninggal dunia dan sebagainya.

Ada beberapa PK yang mereka pecat yakni Pengurus Kecamatan Maro Sebo,Taman Rajo, Jaluko dan sebagainya.

Sebelum diberikan SK Plt kepadanya surat tembusan sudah kita kirim ke Ketua yang lama, ia menilai mereka juga melanggar AD-ART karena sudah memecat PK yang masih aktif, karena tidak mau ikuti kehendak dan mendukung kandidatnya

"10 diantara Pengurus Kecamatan PK itu secara tertulis sudah mendukung saya, SK Plt yang sudah di serahkan oleh DPD 1 Provinsi Jambi kepada saya pada tanggal 11 Agustus 2020 itupun hanya sebagai penyelenggara persiapan Musda DPD II Golkar Muarojambi," tutupnya. {jambi.tribunnews.com}

fokus berita : #M Nawawi


Kategori Berita Golkar Lainnya