13 Agustus 2020

Berita Golkar - Ketua DPP Partai Golkar Dave Laksono menilai isu politik identitas sebaiknya ditinggalkan. Hal itu menanggapi pernyataan politikus senior Amien Rais. Amien sebelumnya mengatakan Indonesia semakin meredup. Dia juga bilang kekuatan anti ketuhanan kian beringas.

Menurut Dave tidak perlu kembali memainkan politik identitas. Karena sudah dilewati ketika Pilkada dan Pilpres sebelumnya diramaikan hal tersebut.

"Memanfaatkan isu-isu politik identitas itu kan sudah dilewati kemarin pada saat Pilkada terus Pilpres kemarin, jadi ya kenapa harus diembuskan kembali, itu barang lama, buat apa," katanya ketika dihubungi, Kamis (13/8). 

Baca Juga: Kontroversi Pemimpin Muda, Dave Laksono Minta Jangan Lihat Usia Tapi Prestasi dan Rekam Jejak

Dia pun meminta strategi politik demikian sebaiknya ditinggalkan. "Itu hanya seperti membangkitkan kepahitan yang lalu malahan. Jadi sebaiknya strategi politik itu harus kita lupakanlah, kita harus berpikir ke depan," kata Dave.

Dia mengatakan, Amien juga seharusnya menjelaskan politik pecah belah dimaksud. Presiden Joko Widodo, kata dia, sudah merangkul semua pihak. Termasuk lawan politiknya. "Lawannya beliau di Pemilu kemarin saja sudah masuk ke dalam jajarannya, jadi apa yang dipecah belah," ujarnya.

Menurutnya, sebaiknya saat ini sama-sama fokus menghadapi persoalan yang diakibatkan pandemi Covid-19. Daripada saling menghujat dengan isu lama.

Baca Juga: Fraksi Golkar Desak Gubernur Anies Sediakan Internet Gratis di Kantor RW Hingga Pemukiman Padat

"Kita ini sedang mengalami persoalan ekonomi yang besar akibat pandemi ini. Jadi harusnya kita fokus ke sana, gak usah kita saling memaki maki dengan isu-isu yang lalu," ucapnya.

Diberitakan, politikus senior Amien Rais menilai Indonesia semakin tidak bersinar bahkan cenderung meredup. Amien melihat ada kekuatan-kekuatan anti ketuhanan nampak semakin beringas dan berani muncul.

"Sodara-sodaraku saya lihat dan cermati bahwa dalam pergaulan antar bangsa dewasa ini Indonesia yang kita cintai bersama semakin tidak bersinar malahan semakin meredup. Kekuatan-kekuatan anti ketuhanan nampak semakin beringas dan berani."

Baca Juga: Puteri Komarudin Dorong Pemerintah Percepat Pemulihan Daya Beli dan Konsumsi Rumah Tangga

"Kemanusian kita bisa dikatakan cenderung menjadi kemanusian agak zalim dan tidak lagi berdadab," kata Amien seperti disiarkan dalam kanal Youtube Amien Rais Offisial, dikutip merdeka.com, Kamis (13/8).

Video itu diberi judul: Pilihan Jokowi: Mundur atau Terus. Episode 1. Bangsa Indonesia Dibelah. video yang diunggah 10 jam lalu telah ditonton 627 orang. Amien mengatakan, persatuan Indonesia semakin goyah. Politik adu domba semakin terlihat.

"Kerakyatan kita cenderung membuang hikmah serta keunggulan prinsip permufakatan, permusrawarakatan dan perwakilan. Mayoritas rakyat kecil kita belum merasakan keadilan sosial bagi seluruh bangsa, tetapi lebih sering menderita, kezaliman sosial dari mereka yang berkuasa dan berharta," ujar pendiri PAN tersebut. {www.merdeka.com}

fokus berita : #Dave Laksono #Amien Rais


Kategori Berita Golkar Lainnya