14 Agustus 2020

Berita Golkar - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Klaten, Yoga Hardaya, santer diisukan akan diusung sebagai calon wakil bupati (cawabup) mendampingi calon bupati (cabup) Sri Mulyani di Pilkada Klaten 2020. Itu artinya, Yoga diisukan menggusur posisi Aris Prabowo yang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai cawabup.

Yoga Hardaya menyatakan kesiapannya mendampingi Sri Mulyani di Pilkada Klaten 2020. DPD II Partai Golkar dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP terbilang memang sangat intens menjalin komunikasi politik dalam beberapa waktu terakhir. Memasuki Agustus 2020, DPD II Partai Golkar telah memberi sinyal kuat bakal berkoalisi dengan PDIP untuk Pilkada di Kabupaten Bersinar 2020 ini.

Gemuk

Bergabungnya Partai Golkar ke PDIP itu mengakibatkan cabup Sri Mulyani bakal diusung koalisi gemuk. Koalisi PDIP-Partai Golkar ini menguasai kursi di DPRD Klaten.

Baca Juga: Angkat Plt Ketua, DPD II Golkar Muarojambi Tuding DPD I Jambi Langgar AD ART

PDIP Klaten yang memiliki 19 kursi dan Partai Golkar Klaten yang memiliki tujuh kursi menghasilkan 26 kursi sebagai bekal di Pilkada 2020. Secara keseluruhamn, ada 50 kursi di DPRD Klaten. Di sisi lain, syarat minimal yang harus dimiliki parpol atau gabungan parpol adalah 10 kursi di DPRD Klaten.

Seiring semakin mendekatinya pendaftaran paslon, 4 September 2020 - 6 September 2020, rencana bergabungnya Partai Golkar Klaten ke PDIP Klaten berpotensi mengubah komposisi cabup-cawabup. Isu yang beredar, Yoga Hardaya akan menggantikan Aris Prabowo sebagai cawabup.

Saat Solopos.com, menghubungi Yoga Hardaya, yang bersangkutan mengaku belum mengetahuinya secara pasti. "Saya malah baru tahu informasi itu dari sampeyan ini. Sabar dulu. Saya akan konfirmasi dahulu ke tingkat provinsi. Saya selaku petugas partai, akan selalu siap [menerima instruksi partai]," kata Yoga Hardaya, kepada Solopos.com, Jumat (14/8/2020).

Baca Juga: Hetifah Minta Pemerintah Selidiki Munculnya Klaster COVID-19 Baru Di Sekolah

Yoga Hardaya mengatakan kondisi di internal DPD II Partai Golkar sangat solid dan kompak. Hingga sekarang, DPD II Partai Golkar menyatakan sangat siap berkoalisi dengan PDIP guna meraih kemenangan di Pilkada Klaten 2020.

"Kami masih menunggu redanya hujan. Nanti baru melihat indahnya pelangi. Seluruh kewenangan ada di pusat. Begitu instruksi/rekomendasi turun, kami langsung bergerak," katanya.

Sri Mulyani

Terpisah, Sri Mulyani selaku cabup petahana sekaligus Ketua DPC PDIP Klaten belum berkomentar banyak terkait rencana reposisi pendampingnya di Pilkada 2020. Di waktu sebelumnya, Sri Mulyani mengatakan komunikasi politik terus dilakukan. Hal itu termasuk ke Partai Golkar Klaten. "Sebentar ta," kata Sri Mulyani secara singkat.

Baca Juga: Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar Penggemar Kungfu Berprestasi di Dunia Wushu

Di Pilkada 2020, cabup petahana akan ditantang dua paslon lain, yakni One Krisnata-Muhammad Fajri (diusung Partai Demokrat/tiga kursi, PKS/lima kursi, Partai Gerindra/lima kursi) dan Arif Budiyono-Harjanta (PAN/empat kursi, PKB/empat kursi, PPP/dua kursi, Partai Nasdem/satu kursi). Kedua paslon yang disebut terakhir itu sudah mendeklarasikan diri guna bertarung di Pilkada 2020. {www.solopos.com}

fokus berita : #Yoga Hardaya #Sri Mulyani


Kategori Berita Golkar Lainnya