16 Agustus 2020

Berita Golkar - Terpilihnya Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe menjadi Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel masih menyisahkan banyak kisah. Salah satunya dari sang istri, Hj Erna Rasyid Taufan. Meski tidak ikut mendampingi suami di arena Musda X Golkar Sulsel di Jakarta, namun Erna intens berkomunikasi dengan suaminya.

Komunikasi lewat telepon tidak putus bahkan pada saat-saat menentukan. Erna pun terus mendoakan yang terbaik untuk sang suami. Akhirnya Taufan Pawe terpilih melalui musyawarah mufakat dalam Musda paling alot dan dinamis itu.

“Saya tidak ikut mendampingi bapak ke Jakarta. Saya tetap ada di Parepare. Memang bapak setiap detik menelepon saya untuk memberikan perkembangan terkait Musda. Tapi saya tetap tenang dan tidak panik. Karena saya yakin. Apalagi yang ada di dunia ini semuanya sudah diatur oleh sang Khalik,” kisah Erna.

Baca Juga: 30 PK Aklamasi Pilih Edwin Senjaya Jadi Ketua Golkar Kota Bandung

Menjadi istri Ketua Golkar Sulsel dan nantinya memimpin Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) Sulsel, Erna punya cita-cita sederhana. Yakni membumikan Alquran di 24 kabupaten kota di Sulsel. Erna memang berlatar belakang ustazah dan banyak membina komunitas religi salah satunya Forum Kajian Cinta Alquran (FKCA).

“Sebagai Ketua DPD I Golkar, mendampingi beliau juga hal yang baik. Saya akan keliling daerah sebarkan Alquran baik secara mushaf maupun dengan sedikit pencerahan,” ungkap Erna soal cita-citanya itu.

Erna meyakini jika sang suami yang berjuang di Musda Golkar berjalan mulus karena kapasitas dan karakter yang dimilikinya. “Kalau kita sudah ditentukan ke arah itu, In Sya Allah akan mulus. Apalagi bapak memang memiliki kapasitas, kapasitas hukum dan karakter,” beber Erna.

Baca Juga: Airin Rachmi Diany Dukung Lomba Agustusan di Tangsel Dilakukan Secara Virtual

Tapi kisah tidak berhenti sampai di situ. Saat memastikan maju di kontestasi Musda Golkar, perjuangan Taufan Pawe sempat pasang surut. Bahkan Erna sempat meminta suaminya untuk mundur. “Sempat saya sarankan bapak agar mundur. Itu saat satu minggu sebelum Musda. Karena bagi saya satu ji hitam putih, tidak ada abu-abu,” tegasnya.

“Sempat bapak lagi bilang ke saya, orang besar semua dilawan. Tapi saya sampaikan bapak, Allah lebih besar,” lanjut Erna.

Selama sang suami berjuang di arena Musda, Erna juga tetap aktif dengan aktivitasnya di dunia dakwah, kegiatan sosial, keagamaan, dan perempuan. Erna bahkan mengunjungi perkampungan anak pemulung yang sudah dibinanya selama 13 tahun di Makassar.

Baca Juga: Riana Sari Arinal IIPG Lampung Tebar Ratusan Paket Sembako Untuk Warga Terdampak COVID-19

“Mereka anak-anak pemulung yang ada di Makassar ini sudah 13 tahun saya bina. Saya fasilitasi mereka guru mengaji. Bahkan ada ibu dari anak-anak pemulung itu menyampaikan juga ingin masuk surga bersama anaknya. Karena itu, para ibu dari anak-anak itu pun ikut mengaji,” terang Erna.

Erna juga tergabung sebagai donatur untuk hafiz Quran di Mesir, dan itu sudah berlangsung 5 tahun lamanya.

“Sehari jelang pemilihan di Musda itu, saya dapat telepon dari anak-anak Hafiz Quran di Mesir. Saya tanyakan, apa saya terlambat donatur, tapi mereka menjawab tidak. Donatur juga tidak banyak ji’, tapi karena istiqamah, apalagi sudah 5 tahun,”ujarnya.

“Di sini ada pesan yang kami bisa petik, bahwa Allah Maha Kaya. Di saat itu, saya juga tidak ingat bapak yang saat itu lagi mengikuti Musda,”pungkasnya. {makassar.terkini.id}

fokus berita : #Erna Rasyid


Kategori Berita Golkar Lainnya