17 Agustus 2020

Berita Golkar - Sebagai refleksi perjuangan para pendiri bangsa dalam membangun dan memajukan bangsa Indonesia di tengah iklim kemerdekaan, SMAN 2 Tasikmalaya menggelar kegiatan penayangan film Milly & Mamet sebagai karya anak bangsa, di Gedung Graha Bhakti Alumni SMAN 2 Tasikmalaya, Minggu (16/8/2020).

Kegiatan dalam rangka memperingati HUT Ke-75 RI ini, dibuka oleh Anggota DPR-RI Komisi X, H Ferdiansyah, SE., MM. Sehari sebelumnya, politisi Partai Golkar ini membuka kegiatan serupa di SMKN 2 Tasikmalaya, dengan pemutaran film Preman Pensiun.

Ferdiansyah mengatakan, dalam rangka memperingati HUT ke-75 RI di tengah pandemi Covid-19 ini, diharapkan tidak menurunkan semangat masyarakat untuk terus berkreasi dan berkarya dalam membangun dan mengisi kemerdekaan.

Baca Juga: Mujib Rohmat Ajak Masyarakat Kaliwungu Selalu Gelorakan Semangat Keindonesiaan

Membangun dalam rangka mengisi kemerdekaan saat ini terang dia, bisa dilakukan dengan cara melestarikan seni dan budaya bangsa seperti mencintai dan menggemari perfilman hasil karya anak bangsa.

"Pandemi Covid-19 ini menjadi sebuah ujian bagi kita semua untuk tetap optimis dalam mengisi kemerdekaan dan sekaligus untuk lebih mencintai serta menghargai produk dan juga karya asli anak Indonesia,” kata Ferdiansyah.

Ditambahkan, dalam momentum Kemerdekaan ke-75 tahun ini, bangsa Indonesia telah meraih banyak kemajuan di berbagai sektor. Salah satunya adalah sektor perfilman nasional yang semakin berkembang. Bahkan, perfilman nasional juga berhasil menjadi budaya bangsa yang mengangkat harkat dan martabat bangsa.

Baca Juga: Usai Musda Golkar Lampura, Empat Warga Terkonfirmasi Positif COVID-19

"Kami terus mendorong Direktorat Perfilman Musik dan Media Baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, untuk terus mencetak sineas-sineas muda yang mampu menciptakan berbagai film nasional yang berkualitas,” ucapnya.

Kemajuan perfilman nasional juga terang dia, bisa dijadikan sebagai media promosi budaya serta diplomasi penting untuk kemajuan bangsa.

Hal itu dikarenakan, perfilman nasional sendiri tidak hanya sebagai tontonan dan tuntunan semata, melainkan juga bisa menjadi media untuk mengenalkan produk, budaya serta destinasi dan kreativitas lokal di berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga: Pilkada Bengkalis, Adu Kuat Indra Gunawan Eet dan Ahmad Syah Harrofie di Golkar

Menurutnya, pola perilaku masyarakat untuk menikmati dan menonton film nasional mengalami pergeseran. Sehingga diperlukan inovasi-inovasi baru agar film lebih menarik. Pola perilaku penonton bisa dipengaruhi oleh faktor evolusi, revolusi termasuk faktor kebutuhan atau hobi.

"Maka faktor - faktor tersebut harus disentuh sehingga perfilman nasional dapat memenuhi selera masyarakat,” ujarnya. {news.koropak.co.id}

fokus berita : #Ferdiansyah


Kategori Berita Golkar Lainnya