19 Agustus 2020

Berita Golkar - Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT Dr Inche Sayuna menyayangkan dan mengutuk pola pendekatan represif yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT melalui aparat keamanan terhadap warga Pubabu di kawasan Besipae, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

"Pemda kalau terus gunakan pendekatan represif maka akan membuat semakin rumit. Mereka tidak hanya berhadapan dengan beberapa kepala keluarga di Besipae tapi akan menggalang solidaritas massa yang lebih luas untuk melawan pemerintah," kata Inche yang menghubungi Pos Kupang, Selasa (18/8/2020) malam.

Baca Juga: Terima Rekomendasi Langsung Dari Airlangga, Bobby Nasution Berterima Kasih Pada Golkar

Tindakan represif aparat keamanan terhadap warga Pabubu terjadi Selasa siang, sehari setelah perayaan peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI. Politisi Partai Golkar ini mengingatkan Pemprov NTT untuk melakukan dialog damai dengan masyarakat bersama Pemda TTS.

Dialog juga melibatkan DPRD NTT dan DPRD TTS bersama tokoh adat dan tokoh masyarakat plus tokoh lintas agama sekitar areal Besipae. Sekretaris DPD I Partai Golkar NTT ini menyerukan hentikan semua tindakan yang bersifat intimidatif karena rakyat akan semakin berontak.

"Isu Besipae ini sudah menjadi konsumsi publik dan informasi ini semakin meluas, sentimen publik akan membuat pemerintah semakin tersudut. Satu satunya cara adalah dialog. Pemerintah tidak punya pilihan lain selain dialog damai," tandas Inche.

Baca Juga: Meriahkan HUT RI Ke-75, Meutya Hafid Bacakan Puisi Indonesia Merdeka COVID-19 dan Korupsi

Ia meminta Pemprov NTT melakukan evaluasi terhadap pendekatan yang selama ini sudah dilakukan agar bisa mencapai jalan damai bersama masyarakat.

"Kepada masyarakat agar jangan panik dan berusaha untuk lebih tenang, tidak membuat tindakan tindakan lain yang memicu adu fisik sebab masyarakat akan semakin dirugikan," imbuh Inche. {kupang.tribunnews.com}

fokus berita : #Inche Sayuna


Kategori Berita Golkar Lainnya