19 Agustus 2020

Berita Golkar - Pemerintah Indonesia ingin generasi muda terlibat dalam kegiatan restorasi terumbu karang. Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, meminta anak muda merencanakan kegiatan yang tidak terlalu birokratis dalam menentukan nasib terumbu karang di Tanah Air.

"Saya minta mereka yang merencanakan, jadi perencanaan-perencanaan yang tidak terlalu birokratis," kata Menko Luhut di Pantai Mengiat, Nusa Dua, Bali, Rabu (19/8).

Program Indonesia Coral Reef Garden ini sudah pernah dilakukan pada tahun 2018 lalu. Kegiatan tersebut kerja sama antara kementerian pimpinan Luhut dengan Bank Dunia. Hanya saja restorasi terumbu karang saat itu hanya 60 persen karena kurang dipelihara. "Kita memang kurang pemeliharaan, nah sekarang ingin kita perbaiki," kata dia.

Baca Juga: Menko Luhut Sebut Ideologi Komunisme Bikin China Mampu Tekan Kemiskinan dan Persatukan Rakyat

Politikus Senior Partai Golkar ini ingin memastikan masyarakat umum terutama kalangan anak muda dan perempuan bisa terlibat secara langsung. Kegiatan ini juga bisa dimanfaatkan oleh para mahasiswa yang sedang tidak melakukan perkuliahan aktif dan bagi mereka yang terdampak wabah virus corona.

"Kan banyak juga saudara-saudara kita yang off di bidang perhotelan, para nelayan, masyarakat setempat, kemudian ada para mahasiswa, nah itu kita bantu untuk replanting lagi coral ini," tuturnya.

Pemerintah akan mencoba mendukung dan dengan mencairkan sejumlah dana. Sehingga diharapkan generasi muda bisa merancang konsep yang bagus dalam rangka restorasi terumbu karang. "Kami tunggu dalam tempo secepatnya agar dapat kita tindak lanjuti," kata dia.

Baca Juga: Diberi Golkar Jatim Kado Kemerdekaan Santunan Hingga Listrik Gratis, Para Veteran Menangis Haru

Studi LIPI: 36 Persen Terumbu Karang di Indonesia Rusak

Sebagai informasi, terumbu karang di perairan Nusa Dua hanya tinggal 15 persen - 20 persen yang masih hidup. Sehingga gerakan untuk restorasi ekosistem terumbu karang sangat tepat dan perlu.

Selain itu, Indonesia pernah dianugerahi keanekaragaman biodiversity laut tertinggi di dunia. Letaknya juga ada di segitiga terumbu karang dunia. Memiliki 569 jenis karang terluas di dunia. Luas terumbu karang di Indonesia mencapai 18 persen dari yang ada di dunia.

Namun berdasarkan studi yang dilakukan LIPI tahun 2018 lebih dari 36 persen terumbu karang mengalami kerusakan. Pencemaran laut, aktivitas perikanan yang merusak, dan perubahan iklim jadi faktor terbesar penyumbang kerusakan terumbu karang.

Baca Juga: Terima Rekomendasi Langsung Dari Airlangga, Bobby Nasution Berterima Kasih Pada Golkar

Saat ini Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi tengah fokus melakukan rehabilitasi terumbu karang seluas 204 hektar di perairan Nusa Dua dan Sanur.

Keterlibatan besar generasi muda, nelayan, penduduk setempat, dan ICRG diharapkan dapat merangkul dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Mulai dari KKP, LIPI, Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Daerah Kabupaten Badung, ITDC, Perguruan Tinggi, LSM, serta Sektor Swasta.

Menko Luhut berpesan generasi muda harus melakukan perubahan yang tetap memperhatikan keseimbangan kehidupan sosial-ekonomi masyarakat. Dia menuntut anak muda agar bisa kreatif dan inovatif dalam melakukan restorasi terumbu karang.

"Kalian memiliki kemampuan untuk mengembangkan ekonomi kreatif sesuai keunggulannya. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini, kita harus berbuat lebih kreatif dan inovatif," katanya mengakhiri. {www.merdeka.com}

fokus berita : #Luhut Binsar Panjaitan


Kategori Berita Golkar Lainnya