20 Agustus 2020

Berita Golkar - 12 Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar DPD Kota Yogyakarta dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh pelaksana tugas (Plt). Kondisi ini sempat menimbulkan kegaduhan di internal partai berlambang beringin ini.

Menanggapi kondisi itu, Ketua DPD Kota Yogyakarta, Augus Nur pun angkat bicara. Augus mengklarifikasi apabila pencopotan 12 pimpinan PK Partai Golkar Kota Yogyakarta ini karena telah habis masa jabatannya.

Augus membantah apabila para pimpinan PK Partai Golkar Kota Yogyakarta dipecat secara sepihak. Augus menjabarkan jika di dalam Partai Golkar tidak ada istilah pemecatan karena semua kader dan pengurus dianggap sebagai aset partai.

Baca Juga: Syaf Lubis Haqqul Yaqin Golkar Bakal Menangkan Bobby Nasution di Pilkada Kota Medan

"Jadi tidak ada yang kami singkirkan. Tetapi istilahnya, karena pada saat kami melakukan evaluasi kinerja terkait dengan juklak kan diberi kesempatan kepada organisasi partai untuk melakukan evaluasi kinerja," tegas Augus, Kamis (20/8).

Agus menuturkan jika pergantian pengurus itu merupakan bagian revitalisasi struktur organisasi yang mengacu pada hasil musyawarah nasional (Munas) X di Jakarta. Salah satu poinnya adalah program pokok dan prioritas adalah untuk melakukan konsolidasi total dan revitalisasi organisasi jelang Pilkada.

"Kita sudah lakukan evaluasi terhadap kinerja terkait PK yang memang periodesasinya telah berakhir. Kemudian kalau berdasarkan boleh dan tidak boleh, karena ada PK yang sudah dua periode dan sebagainya. Kemudian kita evaluasi dalam waktu tertentu," ungkap Augus.

Baca Juga: Musda Terancam Batal, 15 Pimpinan PK Golkar se-Sidoarjo Ngeluruk ke Kantor DPD Jatim

Sebelumnya diberitakan, jelang penyelenggaraan Musyawarah Daerah (Musda) tingkat II Partai Golkar Kota Yogyakarta, timbul gejolak di internal partai. Gejolak ini muncul usai 12 PK Partai Golkar dipecat sepihak dan diganti dengan pelaksana tugas (Plt).

Koordinator PK Golkar Kota Yogyakarta, Yugo Saputra menyebut pencopotan Ketua PK secara sepihak ini menjadi sebuah keanehan. Yugo mencurigai bahwa pencopotan dan penggantian Ketua PK ini tak lepas dari pengkondisian jelang Musda Partai Golkar Kota Yogyakarta.

Yugo menjabarkan bahwa total PK di Kota Yogyakarta ada 14. Namun hanya 12 yang Ketuanya dicopot dan diganti dengan Plt. Sementara 2 PK yaitu Kotagede dan Mergangsan tidak dicopot dan masih sama Ketuanya.

Baca Juga: Taufan Pawe Masih Rahasiakan Sejumlah Nama Yang Bakal Masuk Kepengurusan Golkar Sulsel

"Kami seolah melihat arah ini semua demi kepentingan Musda saja bukan kemajuan Partai Golkar karena pihak Ketua Umum Kota sekarang Pak Augus Nur dan kepengurusannya punya kepentingan. Makannya kok yang 12 PK diganti Plt tapi dua yakni Mergangsan dan Kotagede tidak diganti, karena pro ke mereka," ujar Yugo, Selasa (18/8).

"Kebijakan di DPD II Kota Yogya menyalahi mekanisme dalam menentukan personel tanpa melalui rapat pleno. Struktur organisasi revitalisasi juga aneh karena memasukkan keluarga, anak, istri dan saudara. Kemudian setiap rapat hanya pengumuman tidak ada diskusi dan pembahasan," sambung Yugo.

Sementara itu, PK Golkar Umbulharjo, Banter Iestiadi, menegaskan bahwa posisi Golkar di Kota Yogyakarta seolah hidup segan mati tak mau. Banter menuding selama di bawah kepemimpinan Augus Nur kondisi Golkar di Kota Yogyakarta carut marut. {www.merdeka.com}

fokus berita : #Augus Nur


Kategori Berita Golkar Lainnya