21 Agustus 2020

Berita Golkar - Berdasarkan perkiraan Pilkada Kab. Bandung akan diikuti oleh empat pasangan Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Bandung.

Perkiraan tersebut pasangan Yena Iskandar Ma’soem – Atep Rizal (PDI Perjuangan & PAN), Dadang Supriatna – Syahrul Gunawan (PKB & Nasdem), Gun Gun Gunawan – Dina Lorensa (PKS & Demokrat) dan Pasangan Kurnia Dadang Naser – Deding Ishak (Golkar & Gerindra).

Nama Deding Ishak kembali menguat menggeser nama Usman Sayogi yang sebelumnya sudah ditetapkan mendampingi Teh Nia, panggilan akrab Kurnia Dadang Naser.

Baca Juga: Deding Ishak Dinilai Sosok Ideal Pendamping Nia Dadang Naser di Pilbup Bandung

Menurut pengamat politik dari Universitas Al Azhar Jakarta, Dr. Ujang Komarudin, kunci kemenangan pasangan akan sangat ditentukan oleh faktor cawabupnya. “Kalau salah pilih cawabup ini akan berakibat fatal,” ujarnya, Jumat (21/8/2020).

Demikian pula apabila Teh Nia salah mengambil wakilnya atau masih bertahan dengam Usman Sayogi, kata Direktur Indonesia Political Review (IPR) Jakarta ini, akan berat sekali untuk menang.

“Karena yang terjadi suara Golkar Kab. Bandung akan terpecah-pecah. Ada di Pak Dadang Supriatna, ada di Pak Deding Ishak dan tentu di Bu Nia. Ini sangat menguntungkan Pak Gun Gun dan Ibu Yena, kans mereka menang makin besar."

Baca Juga: Bantah Pemecatan 12 Pimpinan PK Golkar se-Yogya, Augus Nur Sebut Masa Jabatannya Berakhir

"Sebetulnya, kalau Bu Nia dan Pak Dadang Naser cerdik bisa mengambil Deding Ishak sebagai Cawabupnya dengan tetap menghargai Pak Usman Sayogi secara terhormat. Karena dengan hadirnya Deding Ishak, selain suara Golkar akan solid, juga suara santri dan ulama bisa tetap dipegang pasangan ini,” ujarnya.

Ia menilai, hingga saat ini Deding Ishak (Kang Deding Ishak – KDI) bisa mengkontribusi suara untuk kemenangan Nia-Deding. ”Karena yakin akan menyumbang suara dari kalangan ulama dan santri, ormas Islam, juga dukungan dari Forum RW Kab Bandung, Komunitas Pedagang Kaki Lima (Kompak), LSM dan AMP atau Aliansi Masyarakat Pemilih Kab Bandung,” ujarnya.

Hal yang bisa menjadi pertimbangan lainnya, kata Ujang, masa fanatik pendukung KDI di 2010 dengan sebutan sorban hejonya.

Baca Juga: Jadi Contoh Kemandirian Pengelolaan Pariwisata Bekasi, Bupati Eka Apresiasi Obyek Wisata Kawung Tilu

Kemudian sekarang pendukung KDI yang selama 7 bulan ke belakang bersosialisasi bertambah dan bertambah pula seperti ulama -ulama pondok pesantren, ibu-ibu majelis taklim, kampus dan pemilih pemula atau milenial plus partai-partai non parlemen seperti Hanura, PSI, PBB, dan PPP masih bisa dirangkul dan akan pemperkuat pasangan tersebut.

“Belum lagi jaringan Teh Nia ada PKK, Pramuka dan Formi juga jaringan -jaringan lainnya. Perkirakan pasangan Nia Deding Ishak bisa mendulang suara minimal 45%. Selain menyumbang elektoral Nia Deding akan kuat selama lima tahun ke depan, karena Teh Nia yang punya pengalaman 10 tahun menjadi Ketua PKK dilengkapi dengan ketokohan KDI,” jelasnya.

KDI ini, dalam pandangan Ujang, sangat berpengalaman dalam politik lokal maupun nasional dan punya jaringan yang luas sebagai mantan anggota parlemen selama 25 tahun.

Baca Juga: Menpora Zainudin Amali Titip Dubes Roem Kono Ikut Promosikan Pencak Silat di Bosnia Herzegovina

“KDI pernah duduk sebagai anggota DPRD Jawa barat dan DPR dan Anggota Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ketua Umum DPP Majelis Dakwah Islamiyyah (MDI), dan Dewan pakar ICMI Jawa barat."

"Kapasitas yang dimiliki KDI, dalam catatan saya belum pernah dimiliki oleh kandidat-kandidat bupati maupun wakil bupati sebelumnya. Saya kira, ini akan kuat memenuhi ekpektasi publik dalam meningkatkan prestasi pembangunan dan harapan baru Kabupaten Bandung yang lebih baik sesuai aspirasi dan keinginan masyarakat,” pungkasnya. {visi.news}

fokus berita : #Ujang Komarudin #Nia Dadang Naser #Deding Ishak


Kategori Berita Golkar Lainnya