22 Agustus 2020

Juliyatmono Ancam Pecat Kader Golkar Tak Dukung Calon Yang Diusung di Pilbup Sragen

Berita Golkar - Sekretaris DPD II Partai Golkar Jawa Tengah Juliyatmono mengingatkan kepada kader Partai Golkar Sragen agar jangan menentang perintah partai, apalagi menggerakan dan membiayai untuk tidak memilih apa yang diperintahkan partai.

Bila ada indikasi kader seperti itu, Juliyatmono tidak segan-segan memecat dari keanggotaan Partai Golkar Sragen. Peringatan itu disampaikan Juliyatmono saat ditemui wartawan seusai membuka Musda X Partai Golkar di Gedung Golkar Sragen, Sabtu (22/8).

Juliyatmono menjelaskan anatomi Golkar sejak berdiri pada 1964 itu belum pernah beroposisi dengan pemerintah. Doktrin karya kekaryaan itu, kata Yuli, implementrasinya selalu mendukung pemerintah, siapa pun pemimpinnya. Untuk mewujudkan rakyat sejahtera itu, ujar dia, eksekusinya juga lewat pemerintah.

Baca Juga: Melchias Mekeng Serahkan Ratusan Paket Sembako Untuk Warga Lembata di Jabodetabek

“Jadi Golkar tidak bisa beropisisi dan kontra dengan pemerintah. Itu analisis saya. Terbukti, presiden terpilih selalu menggandeng Golkar. Setiap persaingan dan kontestasi di daerah pun juga tidak oposisi termasuk Sragen. Golkar Sragen kalau sudah mendukung calon ya totalitas,” jelas Yuli yang juga Bupati Karanganyar itu.

Partai Golkar Sragen memutuskan mengusung pasangan Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Suroto (Yuni-Suroto) dalam Pilkada Sragen 2020 nanti. Yuli mengingatkan kalau ada kader yang tidak mendukung keputusan partai otomatis kena sanksi. Sanksi paling ektrem, sebutnya, pemecatan.

“Seperti apa yang paling ekstrem itu? Ya, tidak hanya menentang tetapi menggerakkan untuk tidak memilih apa yang diperintahkan partai itu termasuk ekstrem dan dipecat sanksinya. Kalau menggembosi kan bisa pakai cara lain tetapi kalau menggerakkan, membiayai, dan totalitas berseberangan ya jelas dipecat. Tegas dan tidak pakai lama,” ujarnya. {www.solopos.com}

fokus berita : #Juliyatmono