25 Agustus 2020

Berita Golkar - Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mempertanyakan soal Data Terbaru Penerimaan Pajak kepada Menteri Keuangan dalam rapat kerja Komisi XI, kemarin, Senin (24/8/2020).

Menurut Misbakhun, hal ini penting karena Penerimaan Pajak sebagai salah satu sumber pembiayaan pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020, termasuk anggaran untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Kita belum pernah membicarakan dari mana sumber belanja kita ini. Salah satu sumber pembiayaannya itu kalau dari konstruksi APBN-nya dari Penerimaan Pajak," ujarnya.

Baca Juga: Trifena M Tinal Nilai Demokrasi Indonesia Di Tengah Pandemi Berjalan Baik

Legislator Golkar ini menjelaskan, Penerimaan Pajak saat ini sudah terkoreksi dari Rp1.642 triliun menjadi sebesar Rp1.254 triliun. Sementara untuk perpajakan menjadi sebesar Rp1.462 triliun, termasuk di dalamnya yakni Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

"Saya ingin tahu Rp1.254 triliun ini melalui Perpres 72 itu sudah berapa yang kita peroleh, termasuk PNBP-nya, penerimaan cukainya serta kepabeanan," ungkapnya.

Dengan demikian, kata Misbakhun, pemerintah bisa menggenjotnya apabila target penerimaan tidak tercapai. Bahkan bisa memprediksi efektivitas kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Sehingga kita dengan exercise ini tentu kita bisa memprediksi apakah kemudian PEN ini realistis untuk direalisasikan, mengingat sumber pendanaan yang terbatas tadi," tambahnya. {akurat.co}

fokus berita : #Misbakhun #Sri Mulyani


Kategori Berita Golkar Lainnya