27 Agustus 2020

Maju di Musda V Golkar Kota Bekasi, Ini Visi dan Misi H Zainul Miftah

Berita Golkar - Mengikuti prosesi Musyawarah Daerah (Musda) V Calon Ketua DPD II Partai Golkar Kota Bekasi, H. Zainul Miftah memaparkan Visi dan Misinya.

Menurut Ketua Himpunan Pengusaha Kosgoro (HPK) 1957 Kota Bekasi ini, sudah menjadi keharusan bagi para Kandidat yang ingin menempati posisi Ketua DPD II Partai Golkar Kota Bekasi memiliki Visi dan Misi agar Golkar bisa menjadi partai terdepan dalam menjalankan amanat rakyat karena suara partai adalah suara Rakyat.

"Maju dalam Musda V Partai Golkar Kota Bekasi, saya memiliki Visi: Selalu menjalankan amanat Partai dan menjaga nama baik Partai demi terciptanya soliditas yang kuat diantara kader Partai," ungkap Zainul kepada Golkarpedia, Rabu (26/8/2020).

Sementara untuk Misi, lanjut Zainul Miftah, yang akan dilakukan adalah membuat langkah-langkah perubahan dan perbaikan diinternal kader Partai dengan program kerja nyata di antaranya;

1. Konsolidasi dengan seluruh kader partai untuk menyusun kembali pengurus partai agar tercipta soliditas di antara kader Partai.
2. Meningkatkan SDM para kader partai melalui kegiatan-kegiatan pelatihan.
3. Siap membantu dan mengakomodir program kerja Pemerintah baik pusat maupun daerah.
4. Mengevaluasi kembali semua organisasi sayap partai, agar lebih fokus dalam bekerja dan menyerap aspirasi masyarakat.
5. Membentuk dan memberdayakan peranserta anak-anak muda milenial untuk aktif dalam berorganisasi dan komunitas.

Dengan semangat terbaru, Zainul mengaku siap memimpin DPD Golkar Kota Bekasi. "Apapun risikonya dan tantangannya, bersama tim bertekad menjadikan para kader lebih Humanistik, Zaki (Cerdas) dan Milenial. Hebatnya seorang pemimpin tidak hanya dilihat dari kesuksesan dalam memimpin, tetapi juga sanggup melahirkan calon-calon pemimpin baru masa depan," ujar Zainul.

Zainul menambahkan, ada tantangan seorang pemimpin. Seorang pemimpin sejati harus siap menghadapi segala tantangan dan ujian yang berat, yang tidak mudah untuk melewatinya.

"Namun hal yang paling utama adalah tantangan menaklukkan diri sendiri. Kedua, orang-orang terdekat termasuk keluarga sendiri. Ketiga, tantangan terhadap perubahan zaman yang sangat cepat. Keempat, tantangan menghadapi masyarakat multi cultur, etnis dan agama," pungkasnya.

fokus berita : #Zainul Miftah