28 Agustus 2020

Berita Golkar - Sebanyak 11 Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar Sleman, DIY mengundurkan diri. Mereka mengundurkan diri jelang digelarnya musyawarah daerah (Musda) Golkar Sleman yang rencananya digelar pada 31 Agustus mendatang.

Ketua DPD Golkar Sleman Janu Ismadi saat dimintai konfirmasi membenarkan kabar tersebut. Saat ini dari pihaknya mengangkat pelaksana tugas (Plt) di masing-masing PK.

"Jadi benar ada 11 PK yang mengundurkan diri. Sebenarnya masa jabatan mereka habis pada 2019, sama seperti pengurus DPD tapi kemudian diperpanjang. Nah saat ini kami angkat Plt untuk 11 PK tadi," kata Janu saat ditemui di Kantor DPD Golkar Sleman, Jumat (28/8/2020). "Plt ini diangkat dari pengurus partai setingkat di atasnya, artinya dari DPD," tambahnya.

Baca Juga: Baku Hantam Di Musda Golkar Inhu, Sekretaris Depicab SOKSI Berdarah Panitia Membantah

Mundurnya 11 PK Golkar Sleman itu, kata Janu, tidak mengubah hak suara dalam musda. Artinya Plt PK tetap bisa memberikan suara untuk memilih ketua DPD Golkar Sleman. "Suara Plt tetap dihitung dan sah, jadi punya hak suara," tegasnya.

Nantinya, tugas dari Plt yaitu menggelar musyawarah cabang (muscab) untuk menentukan pimpinan selanjutnya. "Tugas daripada Plt nantinya menyelenggarakan muscab. Kalau aturannya 3 bulan setelah musda," jelasnya.

Mundurnya 11 PK Golkar Sleman itu mengundang tanya, sebab beredar informasi jika Ketum Golkar Airlangga Hartarto memberikan instruksi agar pemilihan ketua dilakukan secara aklamasi. Hal ini pun dibenarkan Korlip Golkar Sleman Iwan Setiawan.

Baca Juga: Terpilih Ketiga Kalinya Pimpin Golkar Kota Medan, Syaf Lubis Siap Menangkan Bobby Nasution

"Memang benar dari Pak Airlangga harapannya (pemilihan ketua) dilaksanakan aklamasi. Tapi sebelum musda, terjadi musyawarah untuk menyatukan visi dan keinginan untuk membesarkan partai," sebut Iwan Setiawan. {detik}

fokus berita : #Janu Ismadi


Kategori Berita Golkar Lainnya