28 Agustus 2020

Berita Golkar - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, hari ini menggelar rapat dengan beberapa kementerian dan lembaga untuk membahas pengembangan wisata medis di Indonesia. Luhut prihatin karena setiap tahun sekitar 600 ribu orang Indonesia berobat ke luar negeri.

Wisatawan medis di Indonesia merupakan yang terbesar di dunia. Sebagai pembanding, wisatawan medis asal Amerika Serikat (AS) saja jumlahnya hanya 500 ribu orang per tahun.

Pengeluaran wisatawan medis tak main-main, kisarannya antara USD 3.000 hingga USD 10.000 per orang atau setara dengan Rp 42 juta sampai Rp 140 juta (kurs dolar Rp 14.000).

Baca Juga: Jafar Sidik Ditetapkan Jadi Ketua Golkar Sumedang, Yogie Yaman Sentosa Gugat ke Mahkamah Partai

 

Jika Indonesia bisa mengembangkan layanan kesehatan seperti Penang dan Singapura, tentu banyak devisa yang bisa diselamatkan. Selain itu juga ada investasi, lapangan kerja, dan diversifikasi ekonomi yang tercipta di dalam negeri.

Untuk menciptakan industri wisata medis di Indonesia, Luhut meminta Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencari investor potensial.

"Saya rasa perlu adanya dukungan dari pemerintah melalui promosi masif serta fasilitas-fasilitas penunjang lainnya, seperti membangun rumah sakit internasional dan mendatangkan dokter spesialis dari luar negeri sehingga kualitas dan tarif layanan medis kita bisa sebanding dengan negara-negara yang lebih dulu melakukan hal ini, bahkan tidak menutup kemungkinan lebih baik dari keduanya."

Baca Juga: Jadikan BJ Habibie Ikon Kota Parepare, Taufan Pawe Bangun Rumah Sakit, Museum Hingga Monumen Cinta

"Saya ingin Rumah Sakit berstandar internasional seperti John Hopkins yang berada di Amerika Serikat, ada cabangnya di Indonesia. Maka dari itu, saya meminta kepada BKPM untuk dapat mencari investor potensial guna membangun rumah sakit berkelas internasional di Jakarta, Bali, dan Medan," kata Luhut seperti dikutip dari akun Facebook resminya, Jumat (28/8). 

Ia melanjutkan, untuk keahlian spesialis tertentu akan dipertimbangkan izin untuk dokter asing, namun harus sesuai kebutuhan. "Mereka tidak hanya sekadar datang, tetapi sambil berkolaborasi dengan para dokter dan tenaga medis lokal sehingga nantinya Rumah Sakit menjadi 'teaching hospital' dan mereka harus diasistensi selalu oleh dokter-dokter spesialis dari Indonesia," paparnya.

"Saya juga mengusulkan kepada kementerian dan lembaga terkait untuk mengkaji peraturan yang memungkinkan dokter asing bekerja di Indonesia dengan mempertimbangkan komposisi dan durasi izin bekerja, serta nilai tambahnya," imbuhnya.

Baca Juga: Terpilih Ketiga Kalinya Pimpin Golkar Kota Medan, Syaf Lubis Siap Menangkan Bobby Nasution

Lebih lanjut, Luhut berharap momentum krisis pandemi ini bisa betul-betul dimanfaatkan untuk membenahi infrastruktur, fasilitas penunjang, serta regulasi layanan kesehatan di Indonesia agar bisa lebih baik lagi dengan menciptakan perencanaan yang bagus dan terpadu untuk industri wisata medis dalam negeri. {kumparan}

fokus berita : #Luhut Binsar Pandjaitan


Kategori Berita Golkar Lainnya