31 Agustus 2020

Berita Golkar - Dewan Pengurus Daerah (DPD) II Partai Golkar Kota Salatiga menggelar Musyawarah Daerah (Musda) untuk menentukan pucuk pimpinan partai berlambang beringin periode 2020-2025 di Hotel Grand Wahid Salatiga, Senin (31/8/2020).

Secara aklamasi, Dyah Puryati pensiunan Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan, Ketahanan Pangan, dan Keluarga Berencana Pemkot Salatiga terpilih menjadi Ketua Partai Golkar Salatiga periode 2020-2025.

Peserta Musda yang terdiri atas pimpinan Golkar di tingkat Kecamatan, kelurahan, dan organisasi pendiri Partai Golkar sepakat bulat secara aklamasi memilih Dyah menjadi ketua DPD II Partai Golkar menggantikan Sutrisno Supriantoro.

Baca Juga: Cacat Hukum, Para Pemilik Suara Gugat Hasil Musda Golkar Labuhanbatu Ke Mahkamah Partai

Dyah Puryati mengatakan siap mengemban amanat yang diberikan kepadanya untuk memimpin Golkar Salatiga lima tahun ke depan.

"Target ke depan saya dan pengurus lain adalah berupaya menjadikan partai ini menjadi lebih baik. Di antaranya menaikkan jumlah kursi di DPRD Salatiga. Saat ini hanya satu kursi dari partai Golkar yang ada di legislatif Salatiga," terangnya dalam rilis kepada Tribunjateng.com, Senin (31/8/2020)

Menurut Dyah, tolok ukur keberhasilan pengurus partai adalah menambah jumlah perolehan kursi di DPRD. Atas tekad itu, dia berjanji akan bekerja keras agar target ke depan bisa tercapai. Dirinya mengaku akan lebih membuka komunikasi dengan masyarakat, serta banyak berbuat untuk rakyat.

Baca Juga: Pilkada Lampung Selatan 2020, PKS Jatuhkan Pilihan Pada Ketua Golkar Tony Eka Candra

Sekretaris DPD I Partai Golkar Jateng Juliyatmono berpesan ketua baru untuk bisa membangkitkan kembali partai Golkar yang pernah jaya di Salatiga.

"Pada Pemilu 2004, Partai Golkar menjadi pemenang di Salatiga. Karenanya, momentum itu bisa diulang kembali di pemilu yang akan datang," katanya

Ia menambahkan, kader Partai Golkar ke depan diharapkan berani beradu gagasan di tengah masyarakat tidak terkecuali bagi pemimpin wanita untuk berani bersaing dengan partai-partai lain.

Baca Juga: Dua Opsi Untuk Kader Golkar Mbalelo di Pilkada, Dibangku Cadangkan Atau Masuk Ruang Ganti

Bupati Karanganyar itu optimistis di tangan Dyah Puryati, Partai Golkar Salatiga akan lebih baik. Pengalaman di birokrasi selama diharap menjadi daya tarik tersendiri. Selain itu jaringan yang luas bisa dihidupkan kembali.

"Target politik terdekat menyukseskan pemilihan Wali Kota Salatiga pada 2022. Kemudian pada Pemilu Legislatif 2024, raihan kursi minimal bisa empat atau bahkan delapan. Tidak ada yang tidak mungkin jika semua kader dan pengurus bekerja keras dan kompak," ujarnya

Musda DPD II Partai Golkar Salatiga berjalan lancar dan para peserta tetap memperhatikan protokol kesehatan di antaranya jaga jarak dan memakai masker. Terpilihnya Dyah karena tidak ada kandidat lain yang muncul dalam Musda itu sehingga hanya ada calon tunggal. {tribunnews}

fokus berita : #Dyah Puryati #Sutrisno Supriyantoro


Kategori Berita Golkar Lainnya