05 September 2020

Berita Golkar - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Maluku Utara (Malut) menyatakan berdukacita atas meninggalnya petahana Bupati Halmahera Timur (Haltim) Muhdin Ma'bud. Muhdin jatuh dan pingsan saat berorasi di hadapan ribuan pendukungnya hingga meninggal di rumah sakit.

Ketua DPD Partai Golkar Malut Alien Mus menyatakan Partai Golkar secara organisatoris merasa kehilangan mendalam atas meninggalnya petahana Bupati Haltim.

"Yang jelas, Partai Golkar turut berdukacita sedalam-dalamnya atas meninggalnya Bupati Haltim karena pasangan Muhdin-Anjas Taher sudah mendaftar ke KPU untuk mengikuti pilkada pada 9 Desember 2020," ujar Alien Mus di Ternate, Sabtu (5/9/2020), seperti dilansir Antara.

Baca Juga: Diawali Sungkem dan Doa Bersama, Rycko Menoza-Johan Sulaiman Daftar ke KPU Bandarlampung

Anggota DPR RI asal daerah pemilihan Malut itu mengatakan Partai Golkar bersama partai politik koalisi tentunya akan mencari pengganti almarhum sebelum berakhir waktu pendaftaran di KPU Haltim.

Bupati Haltim Muhdin Ma'bud mengembuskan napas terakhir di RSU Kota Maba setelah jatuh dan pingsan di tengah orasi politiknya di hadapan ribuan pendukungnya pada Jumat (4/9) petang.

Diketahui, kedua pasangan ini, setelah mendaftar sebagai bakal calon bupati-wakil bupati, langsung bertatap muka dengan ribuan pendukung dan simpatisannya di depan Posko Pemenangan Din-Anjas di Maba. 

Baca Juga: Puteri Komarudin Dorong Percepatan Belanja Pengadaan Bernilai Tambah Bagi UMKM

Dalam pidatonya itu, Muhdin banyak berbicara soal masa depan generasi muda Haltim agar mempertahankan semangat dan budaya yang diwariskan leluhur. "Harus tuntaskan pembangunan fondasi negeri ini dan kami akan menyerahkan kepada para generasi muda. Jadi fondasi pembangunan negeri ini harus kokoh," katanya.

Akan tetapi, kalimat tersebut menjadi akhir dari pidato Muhdin karena tiba-tiba jatuh pingsan dan dilarikan ke RSU Maba sekitar pukul 16.25 WIT.

Muhdin Ma'bud merupakan Wakil Bupati Haltim periode 2010-2015 dan 2016- 2020. Hanya, pada Maret 2019, ia dilantik menjadi Bupati Haltim menggantikan Rudy Erawan, yang terjerat kasus suap di KPK dengan vonis 4,5 tahun penjara.

Baca Juga: Bamsoet Minta KPU Tegas Beri Sanksi Paslon Pilkada Yang Langgar Protokol Kesehatan

Pada Pilkada 2020 ini, Muhdin maju sebagai calon bupati petahana dengan menggandeng kader Partai Golkar Anjas Taher dan diusung Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai NasDem, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, serta Partai Hanura. {news.detik}

fokus berita : #Muhdin Ma'bud #Alien Mus


Kategori Berita Golkar Lainnya