05 September 2020

Berita Golkar - Menteri Agama Fachrul Razi lagi-lagi melontarkan pernyataan kontroversi tentang radikalisme. Pensiunan TNI ini menyorot soal agen radikalisme yang good looking hingga seorang hafiz.

Anggota DPR RI Dapil Sulsel III Muhammad Fauzi memberi kritik keras atas pernyataan itu. Menurut Fauzi, Menag melontarkan kecurigaan berlebih tanpa adanya data yang memadai.

“Pak menteri ini kurang belajar dari kejadian-kejadian yang sama sebelumnya. Publik gaduh dan bisa menimbulkan kesalingcurigaan di tengah masyarakat. Harusnya radikalisme itu dikaji secara lebih komprehensif,” kata Fauzi.

Baca Juga: Kata-Katanya Singgung Masyarakat Sumbar, Darul Siska Sarankan Puan Maharani Bijak Minta Maaf

Suami Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani ini mengatakan, Presiden Jokowi perlu untuk menegur Fachrul Razi. Sebab, bukan kali ini saja membuat kontroversi terkait isu radikalisme.

“Ini bisa merugikan Presiden Jokowi. Pernyataan Menag bukan menyelesaikan masalah radikalisme malah hanya menimbulkan kebisingan,” terangnya.

Anggota Fraksi Partai Golkar ini mengatakan, radikalisme adalah paham yang memang harus diperangi. Tapi, dengan metode dan pendekatan yang tepat. “Saya akan usulkan Komisi VIII panggil Menag untuk klarifikasi soal pernyataan ini,” katanya.

Baca Juga: Daya Tahan Tubuh Masyarakat NTT Kuat, Wagub Josef Nae Soi Sebut Berkat Konsumsi Daun Kelor

Sebelumnya, pernyataan Menag Fachrul Razi terkait strategi paham radikal masuk di lingkungan ASN dan masyarakat itu disampaikan di acara webinar bertajuk ‘Strategi Menangkal Radikalisme Pada Aparatur Sipil Negara’, yang disiarkan di YouTube KemenPAN-RB.

Cara paham radikal masuk adalah melalui orang yang berpenampilan baik atau good looking dan memiliki kemampuan agama yang bagus. Si anak ‘good looking’ ini, kata Fachrul, jika sudah mendapat simpati masyarakat bisa menyebarluaskan paham radikal. {fajar}

fokus berita : #Muhammad Fauzi #Fachrul Razi


Kategori Berita Golkar Lainnya