05 September 2020

Berita Golkar - Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 37 triliun untuk pengadaan vaksin virus corona (Covid-19). Pada 2020, pemerintah mengucurkan Rp 3,3 triliun sebagai pembayaran dimuka atau down payment (DP) pengadaan vaksin Coviid-19.

“Pemerintah telah menetapkan kebutuhan anggaran untuk pengadaan vasin Covid-19 yang akan dimulai pada akhir 2020 ini. Sudah tersedia dan diharapkan untuk down payment di tahun ini sebesar Rp 3,3 triliun, dan seluruh dana yang disiapkan adalah Rp 37 triliun untuk program multiyear,” kata Menko Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan PC-PEN, Airlangga Hartarto (4/9/2020).

Baca Juga: Khawatir Kluster Baru, Azis Syamsuddin Minta Simpatisan Para Calon Kepala Daerah Tak Ikut Daftar

Airlangga Hartarto mengungkapkan, anggaran pengadaan vaksin Covid-19 menjadi program multiyears. Namun dia tidak merinci berapa anggaran untuk pengadaan vaksin Covid-19 dari luar negeri dan vaksin merah putih yang sedang dikembangkan PT Bio Farma bekerja saman dengan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Menko Perekonomian juga tidak menjelaskan berapa dosis vaksin Covid-19 atau berapa orang yang akan mendapat vaksinasi Covid-19 massal dari anggaran sebesar Rp 37 triliun tersebut.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Erick Thohir, mengatakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional telah mengusulkan ada dua skema terkait anggaran vaksinasi massal.

Baca Juga: Agung Laksono Nilai Musda Bukan Hanya Pilih Ketua, Tapi Forum Tertinggi Perbaiki Kinerja Partai

Dua skema tersebut adalah vaksinasi Covid-19 gratis kepada peserta BPJS Kesehatan dan vaksinasi Covid-19 mandiri bagi sebagian masyarakat yang mampu. Hal ini agar tidak membebani keuangan negara.

"Nanti ada vaksin gratis secara massal yang diharapkan bisa di awal tahun depan. Tapi, untuk mengurangi tekanan kepada APBN, kami mengusulkan bila memungkinkan agar masyarakat yang mampu bisa membayar vaksin secara mandiri," kata Erick Thohir, di Jakarta, Selasa (1/9/2020).

Erick Thohir menjelaskan, harga bahan baku vaksin Covid-19 dari Sinovac pada tahun ini sebesar US$ 8 atau sekitar Rp 116.800 per dosis dan menjadi US$ 6 sampai US$ 7 atau sekitar Rp 87.600-102.200 per dosis pada 2021.

Baca Juga: Meutya Hafid Dorong Kaum Milenial Jadi Digital Talent

Menurut dia, setiap orang membutuhkan dua dosis vaksin Covid-19, sehingga untuk perhitungan awal harga vaksin dari Sinovac diperkirakan sebesar US$ 25 sampai US$ 30 atau sekitar Rp 365.000 sampai Rp 438.000 per orang.

Melalui kerja sama dengan perusahaan farmasi asal Tiongkok, Sinovac, dan perusahaan farmasi Uni Emirat Arab (UEA), G42, Indonesia akan mendapat 30 juta vaksin pada akhir 2020, sehingga vaksinasi Covid-19 dapat dilakukan pada awal tahun depan untuk 15 juta warga Indonesia.

Dengan asumsi harga vaksin Covid-19 sekitar Rp 365.000 sampai Rp 438.000 per orang, maka pemerintah membutuhkan dana sekitar Rp 6,5 triliun untuk membiayai vaksin bagi 15 juta warga Indonesia pada awal 2021. {beritasatu}

fokus berita : #Airlangga Hartarto


Kategori Berita Golkar Lainnya