08 September 2020

Berita Golkar - Pilkada 9 Desember kian dekat. Beragam berita hoaks bahkan black campaign mulai menyebar di masyarakat. Salah satunya menyerang kader Partai Golkar. Kali ini jadi korban Ketua Harian Partai Golkar Sulut James Arthur Kojongian (JAK).

Berbagai tuduhan diarahkan pada Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara ini. Mulai dari tuduhan menghamili perempuan, hingga serangan yang menyebut JAK merusak Golkar.

Diakui JAK, dia sudah melihat berita tersebut. “Akun bodong. Ya biasa, buzzer yang tugasnya menyebar hoaks,” tukasnya santai.

Baca Juga: Agar Tak Jadi Polemik, Ace Hasan Minta Sertifikasi Penceramah Diserahkan ke MUI, NU, Muhammadiyah

JAK mengatakan sangat wajar jika di tengah tensi politik yang sudah memanas berita hoaks dan fitnah mewarnai hiruk pikuk pilkada. “Tujuannya kan pasti mendiskreditkan Partai Golkar, kemudian pribadi dan keluarga saya, yang memang saat ini akan bertarung di pilkada,” tutur JAK.

Dengan adanya black campaign seperti ini, JAK menilai terjadi karena popularitas calon-calon dari Golkar terus menanjak.

“Kita fokus saja pada kerja-kerja pemenangan calon. Baik di Pilgub ada Ibu Christiany Eugenia Paruntu-Sehan Landjar dan di Minsel Michaela Paruntu dan Ventje Tuela, serta di daerah lain di mana Golkar mengusung calon. Kalau ada yang menyebar berita tidak benar, ada aparat hukum akan bekerja,” urainya.

Baca Juga: Muhammad Sidik Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Bima Gantikan Almarhum Muhammad Ibrahim

Dia mengajak masyarakat untuk lebih selektif memilih dan mempercayai berita yang beredar jelang pilkada. “Pandai-pandai kita saja memilah berita-berita. Saya yakin masyarakat Sulut dan warga Minsel sangat pintar menilai sebuah pemberitaan,” tutup JAK. {manadopost.jawapos}

fokus berita : #James Arthur Kojongian


Kategori Berita Golkar Lainnya