09 September 2020

Berita Golkar - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong kepengurusan SOKSI periode 2020-2025 di bawah kepemimpinan Ketua Umum Ahmadi Noor Supit, Sekretaris Jenderal Muhammad Misbakhun, dan Bendahara Umum Robert Kardinal, bisa bergotong royong menyukseskan berbagai agenda pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Memiliki 20 anggota DPR RI yang bergabung dalam kepengurusan, SOKSI punya peran besar memengaruhi kebijakan pemerintah, khususnya dalam memulihkan ekonomi nasional akibat dampak pandemi Covid-19.

Bamsoet menyebut, perekonomian RI di kuartal II negatif 5,34 persen. Menkeu pun sudah memprediksi jika pertumbuhan ekonomi di kuartal III juga masih negatif. Dengan begitu, jelas Bamsoet, Indonesia bersiap masuk ke jurang resesi.

Baca Juga: Bertabur Bintang, Ini Struktur Kepengurusan Depinas SOKSI Periode 2020-2025

"Konsumsi masyarakat dan investasi masih melambat. Kalangan kelas menengah masih banyak yang menahan pengeluarannya. Akibatnya, roda ekonomi tak begerak. Dengan demikian, Indonesia bersiap memasuki jurang resesi ekonomi. Agar di Kuartal IV jurang resesinya tak terlalu dalam, perlu kerja keras semua pihak, termasuk SOKSI," ujar Bamsoet dalam keterangan tertulis di Jakarta, (9/9/2020).

Sebagai Wakil Ketua Umum SOKSI, Bamsoet menegaskan, pengurus SOKSI yang 60 persennya diisi milenial dan perempuan ini harus mampu menjadi bagian dari penyelamat ekonomi nasional dengan berusaha membuka lapangan kerja seluasnya.

Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), saat ini sudah ada 16,5 juta penduduk Indonesia menganggur akibat pandemi Covid-19. Terdiri dari 7 juta pengangguran existing, 2,5 juta pengangguran angkatan kerja, dan 7 juta pengangguran akibat pemutusan hubungan kerja.

Baca Juga: Pengurus Baru Didominasi Milenial, SOKSI Siap Menangkan Golkar di Pileg dan Pilpres 2024

"Memang tak mudah menciptakan lapangan pekerjaan di tengah suasana pandemi Covid-19. Bahkan, mempertahankan yang sudah ada saja rasanya juga sulit. Namun, kita tak boleh berputus asa. Sektor UMKM bisa menjadi andalan," tutur Bamsoet.

Ketua DPR RI ke-20 ini memaparkan, dari anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang mencapai Rp695,2 triliun, sektor UMKM mendapatkan bantuan sekitar Rp68,2 triliun.

Antara lain, Rp34,15 triliun untuk subsidi bunga; Rp28,06 triliun untuk insentif pajak PPh 21 DTP dan PPh final UMKM DTP; serta Rp 6 triliun untuk penjaminan kredit modal kerja baru UMKM. Masyarakat bisa memanfaatkan bantuan tersebut untuk mengerakkan sektor UMKM.

Baca Juga: Karyawanisme Baru ala SOKSI, Jawaban Untuk Resesi Ekonomi Indonesia

"SOKSI harus ikut bagian dalam menciptakan wirausaha baru, terutama di sektor UMKM. Sekaligus, mendampingi pengusaha UMKM yang sudah ada agar bisa bergerak ke ranah digital," pinta Bamsoet.

Dia menjelaskan, data terakhir yang dihimpun Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2018, jumlah UMKM yang mampu beradaptasi dan terhubung dengan ekosistem digital baru 13 persen, atau sekitar 8,3 juta dari 64,19 juta unit UMKM.

Penyebab terbesarnya karena mereka tak memahami dunia digital. "Karenanya, perlu pendampingan, salah satunya dari kader SOKSI," pungkas Bamsoet. {investing}

fokus berita : #Bambang Soesatyo #Bamsoet


Kategori Berita Golkar Lainnya