09 September 2020

Berita Golkar - Polemik program sertifikasi penceramah yang digulirkan Kementerian Agama (Kemenag), harus disudahi. Karena, Kemenang sudah menjelaskan bahwa sertifikat penceramah berbeda dengan sertifikasi profesi, dan tidak diwajibkan untuk ikut.

“Yang perlu digaris bawahi disini adalah bukan sertifikasi penceramah, tetapi penceramah bersertifikat. Hal itu sudah ditegaskan oleh Kemenag,” kata anggota Komisi VIII DPR Idah Syahidah, Rabu (9/9/2020).

Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, antara sertifikasi dengan sertifikat mempunyai makna yang berbeda. Jika sertifikasi, kata Idah, memiliki konsekuensi dimana negara berkewajiban memberikan semacam tunjangan, seperti layaknya sertifikasi guru maupun dosen.

Baca Juga: Zulfikar Arse Sadikin Minta Paslon Yang Langgar Protokol COVID-19 Dipidana Penjara dan Denda Rp.100 Juta

“Tetapi bila penceramah bersertifikat itu tidak memiliki konsekuensi tersebut, karena sertifikasinya bisa datang dari lembaga manapun,” tukasnya.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Kamaruddin Amin mengatakan, sertifikasi penceramah tidak seperti sertifikasi profesi.

“Penceramah bersertifikat ini bukan sertifikasi profesi, seperti sertifikasi dosen dan guru. Kalau guru dan dosen itu sertifikasi profesi sehingga jika mereka yang sudah tersertifikasi maka harus dibayar sesuai standar yang ditetapkan,” kata Amin dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Alex Noerdin Pertanyakan Efektivitas Vaksin China Sinovac Terhadap Mutasi Virus COVID-19

Amin menjelaskan sertifikasi penceramah merupakan program yang akan dijalankan untuk meningkatkan kapasitas penyuluh agama dan penghulu di lingkungan Ditjen Bimas Islam, yang jumlahnya saat ini tercatat sekitar 50 ribu untuk penyuluh dan 10 ribu untuk penghulu.

Guna meningkatkan pelayanan bagi masyarakat, pemerintah akan menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas bagi para penyuluh agama dalam hal zakat, wakaf, dan moderasi beragama serta memberikan sertifikat kepada mereka yang telah mengikuti kegiatan tersebut. “Program sertifikasi ini tidak bersifat mengikat,” kata dia. {kronologi}

fokus berita : #Idah Syahidah


Kategori Berita Golkar Lainnya