13 September 2020

Berita Golkar - Berbagai upaya mengantisipasi penyebaran potensi hot spot dan kebakaran hutan, kebun, dan lahan (Karhutbunlah) di Musi Banyuasin dioptimalkan. Betapa tidak, di tahun 2016 dan 2017 karhutlah menurun drastis, dari 420 hektare (ha) ke 360 ha. Namun di tahun 2018 dan 2019 meningkat kembali mencapai 932 ha dan 1.246 ha.

Tak ingin hal tersebut terulang kembali, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin sudah menyiapkan langkah dan upaya strategis. Termasuk salah satunya dengan inisiatif untuk membangun sodetan. Ini merupakan pendalaman dan pelebaran alur sungai untuk menjaga ketersediaan air tanah gambut dan pembasahan di di Sungai Perjudian, Sungai Muara Merang, Sungai Medak Kecamatan Bayung Lencir.

Baca Juga: Pecah Dua Kubu, Musda Golkar Deliserdang Hasilkan Dua Ketua Baru Berbeda

"Opsi yang ditawarkan yakni dibangunnya sodetan atau dalam bentuk embung-embung untuk mengisolasi air agar tidak berlari ke sungai dan menguras gambut, sehingga air tetap bertahan di kawasan gambut ketika musim kemarau."

"Dengan dibuatnya embung, air tanah gambut yang selama ini turun ke arah Selatan ke kanal Hutan Tanaman Industri (HTI) akan tertahan sehingga pembasahan akan bertahan lama," ungkap Dodi.

Dikatakannya, hal yang mendukung pembuatan embung tersebut karena debit air Sungai Medak dan Sungai Merang cukup besar mencapai 746 m3/detik. Sehingga jika dibendung dapat mengalir ke embung yang dibuat.

Baca Juga: Melki Laka Lena Nilai Kapasitas RS COVID-19 di DKI dan Seluruh Indonesia Masih Mencukupi

"Pengerjaan pembangunan embung diestimasi sekitar 15 hari kerja sehingga jika mendapat rekomendasi dari Menteri LHK akan dapat dimanfaatkan segera untuk mencegah karhutlah tahun ini," bebernya.

Lanjut Dodi, nantinya tanggul-tanggul di sekitar embung dapat dimanfaatkan sebagai akses jalan inpeksi untuk pencegahan karhutlah dan embung dapat dijadikan kolam ikan untuk pemberdayaan Masyarakat Peduli Api.

"Kawasan tersebut, menindaklanjuti Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 3604 Tanggal 1 Agustus 2019 dan Nomor 3513 Tanggal 10 September 2020 tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) berpotensi dikembangkan menjadi Kawasan Industri Tertentu (KIT)," imbuhnya.

Baca Juga: Tambah Stok Darah PMI Banjarmasin, Gubernur Sahbirin Noor Sedekah Darah

"Mengingat potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) industri turunan kerbau rawa, Perikanan, wisata buaya sinyolong dan burung langkah dan burung migrasi dari Siberia berpotensi menjadi KIT Ekowisata berbasis Perhutanan Sosial. Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin akan mengusulkan sebagai Proyek Strategis Nasional Model Pencegahan Karhutlah dan Perhutanan Sosial," tambahnya. {mediaindonesia}

fokus berita : #Dodi Reza Alex


Kategori Berita Golkar Lainnya