17 September 2020

Bamsoet Ungkap Vaksin Corona Produksi Bio Farma Dapat Digunakan Masyarakat Mulai Februari 2021

Berita Golkar - Ketua MPR Bambang Soesatyo mendorong pemerintah segera menyiapkan skema vaksinasi massal Virus Corona atau Covid-19. Diketahui pengadaan vaksin hasil kerja sama PT Bio Farma dengan Sinovac Biotech Ltd (China), telah menyelesaikan uji klinis tahap I dan II.

“Saat ini, uji klinis masuk tahap III melibatkan 1.620 relawan dan diperkirakan selesai akhir tahun ini. Kami berharap vaksin Corona dari Bio Farma bisa digunakan masyarakat pada Februari 2021,” ujar Bamsoet, sapaan Bambang Soesatyo usai berkunjung ke PT Bio Farma, Bandung, Jawa Barat (Jabar), kemarin.

Politisi Partai Golkar ini menguraikan, bahan baku vaksin baru akan masuk dari China November nanti. Indonesia akan mendapatkan sekitar 260 juta bahan baku (bulk) vaksin CoronaVac dari Sinovac. Ketersediaan bahan baku itu akan membuat Bio Farma bisa memproduksi sendiri 130 juta vaksin.

Baca Juga: Agung Widyantoro Dukung Pilkada Serentak Tetap Digelar 9 Desember 2020

“Indonesia juga menjalin kerja sama dengan Uni Emirat Arab melalui Bio Farma dan G42 untuk pengadaan 10 juta vaksin Sinopharm pada Desember 2020. Kita patut bangga, karena tak semua negara bisa menda patkan komitmen pengadaan vaksin dari lembaga farmasi terkemuka dunia,” ucap mantan Ketua DPR ini.

Lebih lanjut, Bamsoet mendorong pemerintah menentukan siapa saja yang berhak diutamakan untuk mendapatkan vaksin pada periode awal. sebab, 260 juta penduduk Indonesia memerlukan vaksin, sementara ketersediaann vaksin siap pakai dari Sinovac maupun G42, jumlahnya sangat terbatas.

Saran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), peruntukkan awal vaksin diutamakan kepada tenaga medis dan kesehatan, kita tentu setuju. Selanjutnya, kalangan yang rentan terpapar Covid19, hal ini perlu dibreakdown lebih jauh agar tak menimbulkan kecemburuan sosial,” tutur Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini.

Baca Juga: Kampanye Pilkada 2020, Ahmad Doli Kurnia Nilai Perlu Strategi Khusus Hindari Klaster Baru Corona

Bamsoet juga meyakini, Bio Farma bisa memproduksi sendiri vaksin virus Corona sesuai strain virus yang ada di Indonesia.Presiden Jokowi menyebutnya sebagai Vaksin merah Putih yang dikerjakan paralel antara Bio Farma, induk holding BUMN bidang Farmasi yang membawahi PT Kimia Farma dan PT Indofarma, dengan Kementerian Riset dan Teknologi serta Lembaga Eijkman dan perguruan tinggi.

Selain memiliki pengalaman lebih dari 130 tahun, Bio Farma punya rekam jejak dan kredibilitas yang tak perlu diragukan.

“Sebagai produsen vaksin terbesar di kawasan Asia Tenggara, Bio Farma sudah hasilkan produk yang digunakan di lebih dari 150 negara. Memproduksi vaksin sesuai strain virus corona yang ber kembang di Indonesia, bukan hal sulit bagi Bio Farma,” jelas dia.

Baca Juga: Ini 5 Janji Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan di Pilkada Tangsel 2020

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia ini menambahkan, Presiden juga menargetkan uji klinis Vaksin merah Putih selesai Januari 2021. Dengan begitu, pada kuartal ketiga 2021, Indonesia bisa memproduksi sendiri Vaksin Merah Putih dengan target produksi mencapai 320 juta di tahun 2022.

Selanjutnya, sekitar 96 juta penduduk yang tergabung dalam Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS akan mendapatkan vaksin tersebut secara gratis. masyarakat umum, bisa membeli dengan harga terjangkau.

Karenanya, sambung Bamsoet, pemerintah perlu menyiapkan sarana dan prasarana lain dalam menyiapkan vaksinasi massal. Di antaranya, jarum suntik dan kotak penyimpanan vak sin maksimal suhu 8 derajat celcius.

 

Baca Juga: Dilibatkan Awasi PSBB, Azis Syamsuddin Minta TNI-Polri Kedepankan Persuasif Daripada Represif

“Ini akan menjadi sejarah vaksinasi terbesar yang dilakukan bangsabangsa dunia, termasuk indonesia. Persiapannya harus dilakukan sejak sekarang, agar nanti tak kedodoran,” tandasnya.

Selain Bamsoet, kunjungan itu juga dihadiri para Wakil Ketua MPR yakni Ahmad Muzani, Lestari Moerdijat, Arsul Sani, Fadel Muhammad dan Hidayat Nur Wahid (virtual).

Sementara Direksi PT Bio Farma yang hadir di antaranya, Direktur Utama Honesti Basyir, Direktur Operasi M Rahman Roestan, Direktur Pemasaran, Penelitian dan Pengembangan Sri Harsi serta Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito. {rmco}

fokus berita : #Bambang Soesatyo #Bamsoet