17 September 2020

Supriansa Setuju Ada Pam Swakarsa Asal Diawasi Ketat Oleh Polri

Berita Golkar - Peraturan Kapolri (Perkap) soal Pengamanan Swakarsa (Pam Swakarsa) menjadi sorotan publik. Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Golkar, Supriansa setuju dengan adanya Perkap itu namun meminta polisi melakukan pengawasan ketat.

"Jadi penerapannya, kepolisian harus benar-benar memperhatikan secara baik kemungkinan-kemungkinan apa yang terjadi. Lalu kepolisian juga harus melakukan pengawasan melekat terhadap kebijakan-kebijakan yang diberikan kepada security atau kelompok apa yang dia inginkan. Tentu jangan dilepas begitu saja," kata Supriansa kepada wartawan pada Kamis (17/9/2020).

Sebagai anggota legislator pada komisi yang membidangi urusan hukum, Supriansa sendiri tidak keberatan dengan adanya Perkap soal Pam Swakarsa. Namun, ia ingin pelaksanaan aturan tersebut dapat memberi manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga: Salim Fakhry Desak Menteri LHK Prioritaskan Program Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Aceh

"Silakan selama itu bisa terkontrol dengan baik, memberikan nilai-nilai positif ke masyarakat," ujar Supriansa.

Dia pun mengatakan instansi kepolisian dapat mempelajari dan mempertimbangkan terkait pentingnya kehadiran Perkap Pam Swakarsa itu. Supriansa menegaskan tidak mempermasalahkan adanya aturan itu.

"Saya kira Kapolri bersama jajarannya bisa mempelajari secara baik, sepenting apakah kalau kalau mau terapkan itu, kalau mau terapkan tentang Pam Swakarsa sepenting apa," tuturnya.

Baca Juga: Kampanye Pilkada 2020, Ahmad Doli Kurnia Nilai Perlu Strategi Khusus Hindari Klaster Baru Corona

Diketahui, KontraS mengkritik Pam Swakarsa. KontraS menyebut Pam Swakarsa telah terbukti memunculkan FPI yang disebutnya sebagai organisasi intoleran.

"Pam Swakarsa akan memunculkan kelompok yang bergerak secara semena-mena, mengingat Pam Swakarsa '98 adalah cikal bakal FPI yang dalam tindakannya tidak sedikit menunjukkan perilaku intoleran," kata Koordinator Kontras, Fatia Maulidiyanti, dalam keterangannya.

Hadirnya Pam Swakarsa dinilai KontraS sebagai niat aparat mengembalikan situasi masa lalu, yakni situasi sarat kekerasan massa saat merekahnya fajar reformasi. Seharusnya situasi demokrasi Indonesia bisa menjadi lebih baik dan demokratis untuk saat ini. Sekarang, Pam Swakarsa sudah tidak diperlukan lagi. {detik}

fokus berita : #Supriansa