19 September 2020

Dito Ganinduto Harap KUR Rp.16.505 Triliun di Jateng Bisa Bangkitkan Geliat Ekonomi UMKM

Berita Golkar - Ketua Komisi XI DPR RI, Dito Ganinduto menyatakan, sampai dengan 31 Agustus 2020, pemerintah telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 89,680 triliun. Angka tersebut menurutnya, telah menjangkau 2.571.179 debitur yang tersebar di sejumlah provinsi di Indonesia.

“Di mana penyaluran KUR di Provinsi Jateng telah tersalurkan sebesar Rp 16.505,43 miliar,” ujarnya saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI ke Provinsi Jawa Tengah dalam rangka perkembangan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Semarang, Jumat (18/9/2020).

Baca Juga: Azis Syamsuddin Nilai PSBB DKI Jakarta Harusnya Hanya Mikro Meliputi Tingkat RT-RW

Dito berharap KUR yang telah terserap di wilayah Jawa Tengah ini, bakal mampu menggerakkan roda perekonomian. “KUR yang terserap debitur ini diharapkan menjadi pertanda bahwa geliat ekonomi UMKM di masa pandemi ini tetap bertahan dan mampu pulih ke depannya,” ujarnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, per tanggal 31 Juli 2020 Himpunan Bank Miliki Negara (Himbara) telah menyalurkan KUR sebesar Rp 154,4 triliun dengan 2,6 juta debitur yang tersebar di propinsi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, baru mencapai 81 persen dari target penyaluran KUR sebanyak Rp 190 triliun.

“BRI telah menyalurkan sebesar Rp 107,19 triliun untuk 2,38 juta nasabah, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp 32,62 triliun, BNI telah menyalurkan 14,4 triliun bagi 117 ribu nasabah, dan BTN telah menyalurkan Rp 140 miliar bagi 201 ribu nasabah,” katanya.

Baca Juga: Mahkamah Partai Tunda Sahkan Pengurus Golkar Bandung Barat, Ini Alasannya

Di sisi lain Dito menambahkan, dukungan kepada dunia usaha melalui subsidi bunga dalam program PEN sebesar Rp 34,15 triliun untuk 60,66 juta rekening penerima bantuan. Di antaranya subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat sebesar Rp 6,40 triliun.

“Program bantuan subsidi bunga untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bertujuan agar UMKM dapat segera bangkit kembali. Jangka waktu subsidi bunga KUR diperpanjang sampai Desember 2020, dan besarannya menjadi 6% selama 9 bulan. Subsidi bunga KUR telah terealisasi sebesar Rp1,32 triliun per tanggal 31 Agustus 2020,” paparnya.

Dengan terbitnya Permenko Perekonomian No 6 Tahun 2020 sebagaimana telah diubah dengan Permenko No 8 Tahun 2020, telah diberikan perlakukan khusus bagi debitur KUR. Antara lain berupa pemberian tambahan subsidi bunga 6% untuk 3 bulan pertama dan 3% untuk 3 bulan kedua, sejak 1 April 2020.

Baca Juga: Azis Syamsuddin Dikukuhkan Jadi Warga Kehormatan Persaudaraan Setia Hati Terate

“Hingga 14 September 2020, di Jawa Tengah telah disalurkan tambahan subsidi KUR senilai Rp 242.827.828.136 kepada 1.035.317 debitur. Penyaluran tambahan subsidi bunga KUR di Jawa Tengah ini menduduki urutan pertama secara nasional,” ungkapnya.

Di tengah masa penanganan pandemi Covid-19 ini, Dito berharap, dengan berbagai kebijakan program pemulihan ekonomi yang berkesinambungan dengan pemulihan di bidang kesehatan, Himbara sebagai agent of development dan pencipta nilai tambah dapat berperan dalam mempertemukan daya beli masyarakat dan rantai pasokan. Sehingga tercipta kesempatan kerja dan modal.

“Saya berharap ke depan agar optimalisasi penyaluran KUR dan ditambah program PEN melalui subsidi bunga KUR kepada UMKM di Jateng dapat memperkuat ekonomi daerah, untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” katanya. {halosemarang}

fokus berita : #Dito Ganinduto