19 September 2020

Menko Airlangga Soroti Kasus COVID-19 di Jateng, Tingkat Kematian Tinggi Tingkat Kesembuhan Rendah

Berita Golkar - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo lagi jadi bulan-bulanan. Gara-garanya, perkembangan kasus Corona di daerahnya sangat mengkhawatirkan.

Tingkat kasus kesembuhan rendah, sementara tingkat kematiannya tinggi. Kekhawatiran terhadap kondisi Jateng itu sudah disampaikan Presiden Jokowi saat memimpin ratas penanganan Corona awal pekan lalu.

Dalam rapat itu, Jokowi mengungkap empat provinsi yang persentase kematiannya tinggi di atas 6 persen. Empat provinsi itu adalah Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.

Baca Juga: Topang Ekonomi Masyarakat, Gatot Sudjito Nilai Ponorogo Butuh Banyak Sentuhan Infrastruktur

Lima hari berselang, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto, kembali menyoroti Jawa Tengah.

Dia bilang, Jateng menjadi daerah dengan angka kesembuhan yang rendah, dan memiliki tingkat kematian yang tinggi. Selain Jateng, tingkat kesembuhan rendah juga ada di Jawa Barat.

“Dan dua provinsi dengan case fatality rate di atas rata-rata nasional, yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur,” kata Airlangga dalam konferensi pers secara virtual, Jumat malam (18/9).

Baca Juga: Muhidin M Said Ingatkan Gubernur Kalbar Jangan Arogan Hentikan Rute Terbang Jakarta-Pontianak

Jika merujuk pada data harian per 18 September 2020, jumlah pasien positif di Jateng mencapai 18.942 kasus dan pasien sembuh 12.282 orang. Dengan data tersebut, maka recovery rate di Jawa Tengah per 18 September adalah 6,4 persen.

Sementara, untuk jumlah pasien meninggal akibat Corona sudah mencapai 1.203 orang. Dengan jumlah tersebut, case fatality rate Jateng sebesar 6,3 persen. Kemarin,

Jateng kembali menjadi sorotan lantaran tercatat menjadi provinsi dengan jumlah kematian tertinggi. Merujuk data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), jumlah kematian di Jateng sebanyak 40 kasus, penambahan positif Corona sebanyak 271 kasus dan sembuh 403 kasus.

Baca Juga: Buat Perubahan Langsung di Jantungnya, Dyah Roro Esti Ajak Kaum Milenial Berani Berpolitik

Kasus kematian tertinggi selanjutnya ada di Jawa Timur yang tercatat 10 kasus, penambahan kasus positif 379 kasus, dan kasus sembuh 429 kasus. Di urutan ketiga ada DKI Jakarta dengan kematian 10 kasus, penambahan kasus positif 988 kasus, dan jumlah sembuh 1.025 kasus.

Sementara itu, penambahan kasus baru positif Corona di Indonesia kembali mencetak rekor baru. Data teranyar menyebutkan ada penambahan 4.168 kasus. Sehingga akumulasi kasus positif di Indonesia mencapai 240.687 kasus. Sementara kasus kematian bertambah 112 orang.

Sehingga, total kasus kematian dari kasus Corona menjadi 9.448 orang. Mendapati data di atas, sontak saja Gubernur Jateng Ganjar Pranowo jadi bulan-bulanan warganet.

Baca Juga: Melchias Mekeng Minta Empat Bank Plat Merah Fokus Perkuat Sektor UMKM

Tokoh Papua Christ Wamea menyoroti perkembangan kasus di Jateng. Di akun Twitter miliknya @christwamea, ia tak banyak komentar. Ia hanya membagikan berita online yang berjudul Jateng masih tetap jadi penyumbang terbanyak angka meninggal akibat Covid-19.

Akun @farismubin penasaran dengan langkah Ganjar untuk mengatasi kasus ini. “Pak... apa langkah jateng nih pak? Kematian tinggi, tingkat kesembuhan rendah,” cuitnya sambil memention akun @ganjarpranowo.

Sementara akun @rapakat menyindir halus. Menurut dia, pasti datanya salah. Yang benar, tingkat kesembuhan Jateng sangat tinggi dan kematian juga rendah. “Ini semua berkat kesigapan Pak Ganjar, gubernur paling top,” kicaunya.

Baca Juga: Bondan Sejiwan Boma Aji Kembali Terpilih Jadi Ketua Golkar Wonogiri, Ini Pesan Juliyatmono

Sekretaris Fraksi PKS Jateng, Riyono, ikut menyoroti perkembangan Corona di Jateng yang kian mengkhawatirkan. Menurut dia, Jateng kini sudah masuk tiga besar nasional dalam kasus kematian Corona. Lebih menyedihkan sudah banyak pejabat provinsi dan daerah yang terkena Corona.

“Gubernur harus lebih fokus dan membuat kebijakan sistematis dalam sektor kesehatan. Jika Corona terus meningkat jangan berharap ekonomi akan bisa bangkit,” kata Riyono, kemarin.

Melihat kondisi ini, ia minta Pemprov untuk segera menarik rem darurat di daerah-daerah zona merah yang menjadi sumber penyebaran virus, jika perlu PSBB seperti Jakarta.

Baca Juga: Amiril Fauzan Siap Jadikan AMPG Bengkulu Garda Terdepan Pemenangan Rohidin Mersyah

Selain itu ia minta segera perbanyak tes di faskes dan mempercepat penyaluran bansos. Ganjar Pranowo belum memberikan komentar.

Di akun Twitter miliknya, Ganjar masih rajin mengajak followernya untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti ajakan mengenakan masker untuk menjaga diri sendiri dan orang lain.

Soal tingginya angka kematian, Jumat (18/9), Ganjar menyebut angka kematian tertinggi di Jateng terjadi pada pasien Corona dengan komorbid. Seperti gula darah atau diabates militus. Jumlahnya mencapai 39 persen.

Karena itu, Ganjar meminta, masyarakat yang memiliki penyakit gula darah dan hipertensi untuk tetap di rumah. “Dua penyakit ini yang paling tinggi menyebabkan angka kematian selama pandemi Corona di Jawa Tengah,” tuntasnya. {rmco}

fokus berita : #Airlangga Hartarto #Ganjar Pranowo