21 September 2020

Sahbirin Noor Rindu Turun Ke Desa, Jemput Aspirasi Warga Kalsel

Berita Golkar - Pandemi Covid-19 yang melanda Banua Kalimantan Selatan (Kalsel) juga berdampak terhadap Gubernur H Sahbirin Noor.

Jelas saja figur yang akrab disapa Paman Birin dengan jargon Bergerak tersebut merasa ruang geraknya terbatas, apalagi beberapa agenda rutin Turun ke Dldesa (Turdes) harus tertunda untuk menyapa warga di pelosok.

Dalam program ‘Klik Menyapa’, Paman Birin melepaskan kerinduannya menjemput aspirasi warga. Ia mengatakan, andai tidak pandemi Covid-19 dan padatnya agenda pemerintahan, program Turdes yang ia rintis sejak awal menjabat Gubernur pada 2015 lalu, pasti rutin terselenggara.

Baca Juga: Firman Soebagyo Pastikan RUU Cipta Kerja Bakal Selamatkan Indonesia Dari Jurang Resesi

Dari catatan, Paman Birin adalah Gubernur Kalsel yang bisa dibilang begitu aktif menyapa masyarakat di pelosok. Kedatangan di desa-desa tidak bergaya ekslusif. Ia bertandang ke desa-desa yang cukup sulit diakses dengan mengendarai motor trail dan bermalam di rumah warga desa yang dikunjungi.

“Sebenarnya kita, rindu sekali dengan masyarakat di penghujung banua ini yang ada di pesisir, yang ada di pegunungan. Kita masih berupaya mau Turdes, kalau besok gak ada halangan besok (Minggu) berangkat,” tuturnya sembari menikmati kopi dan camilan khas Banjar, saat santai di cafe halaman Sekretariat DPD Partai Golkar Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat, Sabtu (19/9/2020) malam.

Di masa akhir jabatannya sebagai Gubernur Kalsel 2015-2020, Paman Birin sangat ingin terjun ke lapangan meninjau langsung pembangunan di daerah pelosok. Ia mengatakan, setiap kali Turdes digelar seluruh pejabat leading sektor atau dinas terkait diajak. Sebagai wujud perhatian pemerintah menjemput aspirasi masyarakat untuk ditindaklanjuti langsung.

Baca Juga: AMPG Kota Binjai Bagikan Ribuan Masker Untuk Masyarakat di Seputar Lapangan Merdeka

“Masyarakat di desa itu perlu infrastruktur yang memenuhi hajat orang banyak seperti jalan dan jembatan. Kita berharap kita turun, leading sektor di kabupaten/kota juga turun sampai tingkat kecamatan berharap dengan rakyat dan menyerap aspirasi langsung masyarakat di bawah,” ungkapnya.

Menurut Paman Birin, seorang pemimpin zaman sekarang bukan hanya handal di bidang akademi ahli menyusun visi – misi dan program di atas kertas yang bekerja di belakang meja. “Pemimpin yang turun langsung ke lapangan, melihat dan mendengarkan langsung apa kehendak rakyat,” tukasnya.

Gaya kepemimpinan Paman Birin sebagai Gubernur yang hobi turun kelapangan ini, rupanya bukan hal dibuat-buat untuk sekedar pencitraan semata.

Baca Juga: Singgih Januratmoko Sebut Empat Pilar MPR Landasan Kehidupan Bermasyarakat

Dikatakannya tak canggung berbaur dengan warga kendati pengalaman merintis karir dari bawah, pernah bekerja sebagai tukang parkir, jaga malam, hingga diterima menjadi ASN Dinas Kesehatan yang kemudian menggeluti dunia bisnis dan mendapat amanah sebagai Gubernur.

“Setiap zaman itu ada pemimpinnya, setiap orang pemimpin beda gaya. Gaya setiap pemimpin itu tergantung pengalamannya, maka carilah pengalaman sebanyaknya. Karena pengalaman adalah guru yang utama” pungkas Gubernur yang merupakan alumni UNISKA Banjarmasin, dulunya aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan. {klikkalsel}

fokus berita : #Sahbirin Noor