21 September 2020

Gandung Pardiman Ajak Elemen Masyarakat Jogja Bersatu Hadapi Ancaman Komunisme

Berita Golkar - Sejumlah eleman masyarakat yang mempunyai kesamaan paham anti komunisme melangsungkan pertemuan dan audiensi bersama Gandung Pardiman beserta jajaran fraksi Golkar di Pendopo GPC Karangtengah, Imogiri, Bantul.

Pertemuan tersebut sebagai bagian untuk menyamakan persepsi, gerak dan langkah dalam upaya membendung tumbuhnya faham yang berdasarkan ketepatan MPRS No: XXV tahun 1996 telah dilarang.

Ada empat perwakilan elemen yang hadir dalam pertemuan tersebut. Antara lain, Gepako (Gerakan Pasukan Anti Komunis), FAKI (Front Anti Komunis Indonesia), Laskar Bela Sapta Marga, dan Paksi Katon.

Baca Juga: 13 Pemilik Suara Sepakat Aklamasi Pilih Firmansyah Levi Jadi Ketua Golkar Bangka

Panglima Gepako yang juga Anggota DPR RI, Drs. HM. Gandung Pardiman.MM mengatakan, pertemuan siang itu bertujuan untuk menjalin kebersamaan dalam lintas elemen.

Menurut dia, kebersamaan perlu dijaga. Terutama persamaan cara pandang dalam menghadapi potensi tumbuh kembalinya komunis.

Lebih baik mati berkalang tanah daripada harus hidup di bawah panji-panji komunis. Politisi senior partai Golkar itu beranggapan, paham komunis bisa tumbuh subur, salah satunya karena faktor kemiskinan.

Baca Juga: Tanggapi Kasus Mutilasi Rinaldi, Azis Syamsuddin Minta Anak Muda Bijak Kenalan Lewat Medsos

Oleh karena itu, Gandung mengaku akan membentuk tim. "Untuk memerangi komunisme, memerangi kemiskinan dan mendukung upaya penegakan hukum," kata dia, Senin (21/9/2020)

Ketua Umum FAKI DIY, Triandi Mulkan mengatakan, pemahaman tentang bahaya komunis dan pemahaman tentang Pancasila saat ini harus dilakukan secara lebih intens.

Sebab, apapun alasannya komunis jangan pernah diberi peluang sedikitpun muncul apalagi tumbuh di Daerah Istimewa Yogyakarta. "Kita akan halangi terus, kita tidak akan kasih peluang sedikitpun," ucap Triyandi.

Baca Juga: Budhy Setiawan Serahkan 180 Paket Alsintan Untuk Kelompok Tani di Cianjur

Menurut dia, Komunis di Yogyakarta saat ini sudah mulai tumbuh, meksipun tidak terlihat. Tetapi gerakannya ada. Sebab itu, jangan lengah dan perlu diwaspadai bersama. Paham komunis, kata Triyandi, merupakan ideologi yang tidak diterima dan tidak pantas berkembang di Indonesia.

Menurut dia, semua itu telah tercatat dalam sejarah perjalanan bangsa. "Kita negara beragama. Sejarah telah membuktikan bahwa mereka kejam bengis dan brutal," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum Paksi Katon, Muhammad Suhud mengatakan, pertemuan bersama dengan panglima Gepako dan sejumlah elemen masyarakat untuk menyamakan persepsi.

Baca Juga: Permudah Pelajar PJJ, Blegur Prijanggono Pasang Wifi Gratis di 100 Titik di Kota Surabaya

Mencegah dan membendung bangkitnya komunis di Daerah Istimewa Yogyakarta. Meskipun ada sedikit perbedaan, akan tetapi menurut dia, Gepako dan Paksi Katon memiliki cara pandang yang sama tentang komunis. Sehingga alangkah baiknya jika elemen yang ada bisa disatukan.

"Sejak awal didirikan spesialis kami komunis dan separatis. Sehingga jika paksi Katon diajak bergabung maka pas. Kami konkret anti komunis, tidak banyak organisasi yang secara spesifik menyatakan anti komunis," kata Suhud.

Pihaknya mengusulkan agar dibentuk aliansi yang tidak mengikat. Apabila aliansi ini berhasil disatukan, maka akan diteruskan kepada 23 elemen lainnya yang memiliki kesamaan paham anti komunis. {jogja.tribunnews}

fokus berita : #Gandung Pardiman