22 September 2020

Cegah Hoaks Terkait COVID-19, Ilham Pangestu Minta Warganet Biasakan Saring Sebelum Sharing

Berita Golkar - Anggota DPR RI asal Aceh, Ilham Pangestu, memaparkan manfaat internet sebagai media penyebaran informasi dalam upaya melindungi diri dari pandemi Covid-19. Hal itu disampaikan dalam seminar daring yang berlangsung siang tadi melalui aplikasi Zoom, Selasa (22/9/2020).

Seminar ini dilaksanakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI bekerja sama dengan anggota DPR RI, Ilham Pangestu. Seminar yang penuh keakraban itu dimulai sejak pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB diikuti oleh sejumlah wartawan, LSM, mahasiswa, akademisi, dan beberapa unsur lainnya dari delapan kabupaten/kota Dapil II Aceh.

 

Baca Juga: Nurul Arifin Pertanyakan Urgensi RUU Ketahanan Keluarga

Selain Ilham Pangestu, seminar tersebut juga menghadirkan Staf Ahli Kominfo RI, Prof Henri Subiakto. Ketua DPD II Partai Golkar Kota Langsa itu dalam materinya yang berjudul “Tantangan dan Hambatan Penanggulangan Covi-19 di Aceh Serta Peran Media Sosial” menyampaikan beberapa manfaat internet yang bisa digunakan masyarakat selama masa Covid-19.

Di antaranya memudahkan masyarakat dalam menyebarkan informasi. Dengan adanya media televisi atau gadget masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan berbagai informasi ataupun pengetahuan terkait virus korona.

Kemudian, memberikan kenyamanan artinya di saat seperti khususnya bagi daerah yang ditetapkan PSBB, maka teknologi membuat masyarakat nyaman berada di rumah. Masyarakat bisa membuka situs untuk streaming film ataupun bermain game untuk mengisi waktu luang selama masa pandemi korona. Lalu, membantu aktivitas sehari-hari, melacak pasien yang terinfeksi dan untuk bersosialisasi.

Baca Juga: Firman Soebagyo dan Wihaji Raih Penghargaan PWI Jateng Award 2020

Namun, kata dia jangan sampai abai karena di saat-saat seperti ini ada oknum-oknum yang memanfaatkan dengan menyebarkan kabar hoaks. Karenanya, pada kesempatan ini ia berharap agar masyarakat benar-benar menyaring informasi-informasi yang diterima melalui internet.

“Jangan sampai kita juga menjadi bagian dari penyebaran (sharing) berita hoaks itu yang akhirnya dapat merugikann diri sendiri dan masyarakat umumnya,” imbuh Ilham Pangestu.

Sementara itu, Staf Ahli Kominfo RI, Prof Henri Subiakto, menyampaikan, bahwa semua negara tidak ada yang mempunyai pengalaman menghadapi krisis pandemi Covid-19. Akibatnya, banyak kantor tutup, pusat bisnis tutup, ada PSBB dan krisis ketidakpastian pandemi serta maraknya kejahatan digital dan infodemic.

Baca Juga: Gandung Pardiman Ajak Elemen Masyarakat Jogja Bersatu Hadapi Ancaman Komunisme

Lanjutnya, bahaya infodemic di tengah pandemi adalah penyebaran berita-berita palsu seputar wabah korona. Ini tidak kalah berbahaya karena membuat publik bingung, cemas, tidak percaya petugas bahkan tidak percaya ilmu pengetahuan, kedokteran, dan pemerintah.

Karenanya, untuk menguji kebenaran informasi seperti memastikan foto asli atau tidak, bisa dicari di mesin Youndex atau Google Image, dicari dengan image reverse search, jika pernah diunggah sebelumnya maka akan muncul aslinya.

“Dan, gunakan nalar dalam memahami pesan, selalu skeptis jangan buru-buru percaya dengan pesan-pesan medsos,” katanya mengingatkan.

Baca Juga: Hubungan Israel dan UEA Kian Mesra, Azis Syamsuddin Tegaskan Indonesia Tetap Bersama Palestina

Pada kesempatan tersebut, dirinya berpesan bahwa di saat masa pandemi korona ini hindari stres dan emosi, tetap optimis, jaga kesehatan dan bahagia. Hindari berita negatif yang membuat stres, khawatir dan emosi. Hindari perdebatan yang melibatkan perasaan sehingga membuat tegang dan marah.

“Tapi, perbanyak mengkomsumsi informasi yang menghibur, perbanyak doa dan ibadah yang menentramkan hati dan silaturahmi dengan tetangga dan saudara, tapi tetap menjaga protokol kesehatan,” ujarnya. {acehtrend}

fokus berita : #Ilham Pangestu