25 September 2020

Menko Airlangga Prioritaskan Kesehatan Sebagai Aspek Utama Pemulihan Ekonomi

Berita Golkar - Pemulihan ekonomi di masa pendemi, dinilai sebagai persoalan utama. Namun demikian, upaya tersebut harus mengedepankan aspek kesehatan.

Demikian dikemukakan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam jumpa pers melalui Instagram @perekonomianri, di Jakarta, Jumat (25/9/2020).

Menurut dia, saat ini Pemerintah menekankan kesehatan menjadi aspek utama dalam upaya pemulihan ekonomi nasional dengan mengedepankan kampanye 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan untuk mengurangi tingkat penularan.

Baca Juga: Nilai Lelang Surat Nikah dan Cerai Bung Karno Tidak Etis, Ace Hasan Minta Dikelola Negara

“Pemulihan ekonomi menjadi bagian dari pemulihan yang utama tentu aspek kesehatan. Yankni mengedepankan kampanye 3M, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan untuk mengurangi tingkat penularan,” kata Airlangga.

Keua Umum DPP Partai Golkar ini mengatakan, Pemerintah juga mendorong pelibatan aparat keamanan TNI dan Polri secara aktif dalam melakukan disiplin kepada masyarakat untuk mengikuti kampanye 3M tersebut.

Pemerintah juga menggencarkan kegiatan 3T yakni pelacakan (tracking), penelusuran (tracing) dan pengujian (testing).

Uji coba penegakan disiplin dalam pelaksanaan protokol kesehatan yang dilakukan di delapan daerah plus satu provinsi dengan tingkat infeksi dan penularan tinggi (zona merah) telah menunjukkan hasil yang baik.

Baca Juga: Maman Abdurrahman Angkat Bicara Terkait Konflik TKA China Dengan Masyarakat di Ketapang

Penegakan disiplin ini pun akan terus dipertahankan beberapa bulan ke depan, supaya menjadi zona kuning dan kemudian ke zona hijau.

Pendekatan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kata Menko Airlangga, secara klaster juga mulai menghasilkan kemajuan, sehingga isolasi akan dilaksanakan berdasarkan sumber penularan tanpa mengorbankan tempat lain.

“Kita belajar bahwa pendekatan one size fit all tidak tepat, karena memang setiap lokasi, klaster memang beda, sehingga program penanganan COVID- 9 pun akan berbeda pula sesuai dengan karakter lokasi/klaster tersebut,” katanya.

Baca Juga: Azis Syamsuddin Minta Cakada Pelanggar Protokol Kesehatan COVID-19 Kena Sanksi Berat dan Tegas

Langkah ini akan diperluas dan dilanjutkan supaya tingkat imunitas masyarakat meningkat secara signifikan hingga vaksin ditemukan dan terdistribusi dengan baik.

Sementara itu terkait realisasi anggaran Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) hingga 16 September 2020 sudah mencapai 36,6 persen atau mencapai Rp254,4 triliun dari pagu anggaran Rp695,2 triliun.

Untuk anggaran kesehatan terealisasi mencapai Rp18,45 triliun atau 21,1 persen dari total pagu anggaran Rp87,55 triliun.

Baca Juga: Ratusan Mantan Pengurus dan Sesepuh Golkar Pekalongan Alihkan Dukungan Dari Fadia ke Petahana

Menko Airlangga mengungkapkan hingga akhir tahun ini realisasi anggaran kesehatan dalam PC-PEN itu diperkirakan mencapai 96 persen atau Rp84,02 triliun.

Sisa dari anggaran itu akan dialihkan untuk biaya perlindungan sosial yang ditingkatkan dari Rp203,9 triliun menjadi Rp242 triliun.

Sebelumnya, Menko Perekonomian menyebutkan pemerintah tahun ini akan membayar uang muka pengadaan vaksin COVID-19 sebesar Rp3,3 triliun dan menganggarkan Rp37 triliun untuk pengadaan tahun jamak.

Baca Juga: Pilkada Kabupaten Serang 2020, Ratu Tatu Chasanah-Pandji Tirtayasa Dapat Nomor Urut 1

Pemerintah juga optimistis hingga tutup tahun ini realisasi PC-PEN sudah 100 persen berupa penyesuaian realokasi anggaran seperti ke program perlindungan sosial dan dukungan terhadap UMKM.

Dukungan untuk UMKM sebelumnya dianggarkan Rp123,46 triliun dan diperkirakan akhir tahun 2020 ditingkatkan menjadi Rp128,05 triliun. {realitarakyat}

fokus berita : #Airlangga Hartarto