26 September 2020

Shofyan Waluyo Kader Berkarya, Seluruh Kader Golkar Pekalongan Solid Dukung Fadia Arafiq-Riswadi

Berita Golkar - Ramai diberitakan bahwa ratusan mantan pengurus dan sesepuh partai Golkar Kabupaten Pekalongan, ramai-ramai pindah dukungan pasangan calon bupati dan wakil bupati Pekalongan di Pilkada 2020. Hal ini diberitakan portal berita detik, tribunnews dan radarpekalongan. Karenanya, kami redaksi Golkarpedia ikut mengagregasi berita ini.

Padahal, semestinya mantan dan sesepuh Golkar mendukung keputusan DPP Golkar yang menyalonkan Fadia Arafiq yang menjabat sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Pekalongan berpasangan dengan Riswadi, Ketua DPC PDI Perjuaangan Pekalongan.

Mereka justru mendukung ke petahana yaitu Asip Kholbihi dan Sumarwati. Penggagas wadah ini adalah mantan wakil ketua DPD Golkar Kabupaten Pekalongan 2000-2015, Pekalongan Shofyan Waluyo. Kami telisik lebih lanjut, ternyata Shofyan bukan lagi kader Golkar karena telah menjadi kader Partai Berkarya dengan jabatan Sekretaris Kabupaten Pekalongan.

Informasi ini kami dapatkan dari sistem informasi KPU. Dimana disebutkan susunan pengurus Partai Berkarya Kabupaten Pekalongan dengan sekretariat di Desa Sangkanjoyo RT 01 RW 01 adalah:
Ketua: H. Kurdimanto, MSi
Sekretaris: Shofyan Waluyo
Bendahara: Subowo

Dengan klarifikasi ini, kami redaksi Golkarpedia memohon maaf telah memuat berita yang merugikan pasangan calon yang diusung DPP Partai Golkar di pilkada Kabupaten Pekalongan, Fadia Arafiq dan Riswandi tanpa kroscek lagi.

Sekretaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Pekalongan, Ruben mengatakan, deklarasi dukungan oleh Shofyan Waluyo itu bersifat pribadi atau di luar struktural partai. Karena, pengurus struktural takkan melakukan itu. "Sampai hari ini, Golkar masih solid sampai ke tingkat desa. Kalau mengatasnamakan sesepuh atau mantan pengurus, kami tidak masalah," katanya.

Ruben mengungkapkan, tidak ada pemberitahuan terkait kegiatan itu. Namun dirinya sempat mendengar akan ada deklarasi itu. "Saya telah mengecek dan memastikan tidak ada pengurus partai aktif yang terlibat. Jika ada yang terlibat, sesuai AD/ART partai nanti kami tindak lanjuti. Yang terlbat bisa kena PAW (Penggantian Antar Waktu)," ungkapnya.

fokus berita : #Fadia Arafiq