26 September 2020

37 Pegawai Mundur, Supriansa Harap KPK Tetap Solid dan Tidak Melemah

Berita Golkar - Partai Golkar menilai mundurnya 37 pegawai KPK itu hal yang biasa dalam suatu instansi atau lembaga. Golkar menghargai alasan personal mereka mundur.

"Soal mundur dari pekerjaan itu hal biasa terjadi. Yang mengetahui alasan mundurnya pegawai KPK adalah mereka sendiri. Tapi saya menganggap itu hal biasa saja," kata anggota Komisi III F-Golkar, Supriansa, kepada wartawan, Sabtu (26/9/2020).

"Contohnya dulu saya mundur dari jabatan Wakil Bupati Soppeng Sulawesi Selatan tahun 2018, padahal mestinya periode saya berakhir dari 2015-2020 karena saya mendaftar caleg DPR RI dan alhamdulillah lolos. Jadi saya kira Febri dkk yang mundur itu tentu punya alasan masing-masing dan patut dihargai keputusannya," lanjutnya.

Baca Juga: Bamsoet Dorong Pemerintah Indonesia Lobi Arab Saudi Agar Boleh Kirim Jemaah Umrah

Supriansa tak ingin mengaitkan kemunduran pegawai dengan kondisi internal KPK. Meski tidak mengetahui detail internal KPK, dia menyebut KPK sudah berjalan dalam kondisi yang normal dan baik-baik saja.

"Dan secara pribadi saya menilai pimpinan KPK selama ini sebagai mitra Komisi III DPR baik-baik saja. Soal ke dalam internal di Kuningan sana ya kami tidak mengetahui secara detail. Tapi secara umum kami menilai KPK berjalan normal dan baik saja," ujarnya.

Lebih lanjut Supriansa meminta kinerja KPK tidak lantas melemah setelah ini. Dia berharap KPK tetap solid. "Kami harapkan KPK tetap solid karena tantangan ke depan semakin besar dan butuh kebersamaan yang kuat. Kami dari Komisi III pasti selalu memberi dukungan penuh," tuturnya.

Baca Juga: Calon Walikota Medan Usungan Golkar Bobby Nasution Punya Harta Rp.54,8 Miliar, Ini Rinciannya

Sebelumnya diberitakan, ada 37 pegawai KPK, selain mantan juru bicara KPK Febri Diansyah, yang mundur dari lembaga antikorupsi itu dalam setahun ini. Data itu diungkapkan Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango.

"Terhitung sejak Januari sampai awal September, yang saya catat 29 pegawai tetap dan 8 orang pegawai tidak tetap," kata Nawawi kepada wartawan, Jumat (25/9/2020).

"Pada umumnya alasan pengunduran dirinya mencari tantangan kerja lain ataupun alasan keluarga," lanjut Nawawi.

Baca Juga: Menko Airlangga Prioritaskan Kesehatan Sebagai Aspek Utama Pemulihan Ekonomi

Sementara, Febri Diansyah mengajukan pengunduran diri sejak 18 September 2020. Surat pengunduran diri Febri Diansyah ditujukan kepada pimpinan KPK, Sekjen KPK, dan Kepala Biro SDM KPK.

Febri mengatakan kondisi politik dan hukum telah berubah bagi KPK. Kondisi itu membuat dia akhirnya memutuskan mundur.

"Kondisi politik dan hukum telah berubah bagi KPK. Setelah menjalani situasi baru tersebut selama sekitar sebelas bulan, saya memutuskan jalan ini, memilih untuk mengajukan pengunduran diri dari institusi yang sangat saya cintai, KPK," ungkapnya. {detik}

fokus berita : #Supriansa