26 September 2020

Ridwan Bae Ajak Masyarakat Bersatu dan Tak Mudah Terprovokasi Isu SARA

Berita Golkar - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI asal Sulawesi Tenggara (Sultra) Ridwan Bae mengajak masyarakat Bumi Anoa untuk bersatu dan tidak gampang terprovokasi isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Hal ini diungkapkan Ridwan usai menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Kegiatan yang berlangsung di PlazaInn Hotel Kendari ini mengangkat tema mempertegas empat pilar kebangsaan menguatkan kebhinekaan Sulawesi Tenggara.

Menurut Ridwan, akhir-akhir ini banyak yang menghembuskan penghinaan terhadap suku tertentu di
media sosial. Menurutnya, hal ini mestinya tidak terjadi karena sejak dulu masyarakat Indonesia, tak
terkecuali Sultra menjunjung tinggi pluralisme dan perbedaan latar belakang suku dan agama.

Baca Juga: Bamsoet Dorong Pemerintah Indonesia Lobi Arab Saudi Agar Boleh Kirim Jemaah Umrah

“Penghinaan terhadap kelompok tertentu tidak boleh lagi terjadi. Dalam satu negara kita Indonesia
tidak boleh saling menghina,” kata Ridwan Bae, Sabtu 26 September 2020.

Menurut Ridwan, jangankan kelompok besar, kelompok kecil saja pasti marah dan keberatan jika dihina. Untuk itu, penghinaan atas nama kelompok tidak boleh terjadi karena bisa merusak harmonisasi masyarakat Sultra yang telah terjalin sejak masa lampau.

“Bangsa kita toleran dan satu sama lain harus saling pengertian. Apalagi kasus ini sudah ditangani pihak kepolisian. Mari kita bangun pikiran normal kita semua, mari kita bangun pikiran positif kita sehingga hal yang merugikan rasa persatuan kita bisa dihindari,” jelasnya.

Baca Juga: Menko Airlangga Gandeng Grab Untuk Optimalkan Penyaluran KUR di Platform Digital

Politikus Golkar ini menyebut, setiap isu tidak muncul begitu saja, namun biasanya ada rekayasa
masalah yang punya kepentingan untuk memecah belah masyarakat Sultra. Ia juga menilai, postingan tanpa disengaja itu bisa saja dimanfaatkan oleh oknum dan makin memperuncing hubungan persaudaraan yang terjalin selama ini.

“Untuk itu polisi harus segera melakukan penyelidikan dan membuktikan penghinaan itu. Jika terbukti bersalah, maka harus dihukum,” katanya.

Meski demikian, Ridwan menilai masyarakat Sultra sudah cerdas dan tidak gampang terprovokasi dengan isu tersebut. “Masyarakat Sultra sudah sangat cerdas dan saya meyakini akan segera reda masalah ini. Polisi juga sudah melaksanakan tugasnya,” pungkasnya. {inilahsultra}

fokus berita : #Ridwan Bae