27 September 2020

Bahaya Polusi Udara Bisa Seperti Pandemi Corona, Dyah Roro Esti Perjuangkan RUU Energi Baru Terbarukan

Berita Golkar - Krisis yang ditimbulkan dari polusi udara bisa serupa wabah pandemi adibat penyakit Corona sekarang ini. Keduanya merupakan sesuatu yang tidak terlihat, namun terkategorikan sebagai silent killer.

Sekretaris Kaukus Ekonomi Hijau DPR Dyah Roro Esti dalam keterangannya, Minggu (27/9/2020) mengatakan, dengan adanya pandemi, manusia diingatkan beberapa krisis yang saat ini terjadi mulai dari sektor kesehatan, ekonomi, hingga sosial.

"Banyak yang harus dilakukan bersama untuk mengatasi krisis ini dan kolaborasi adalah kunci. Semua orang memiliki peran masing-masing, mulai dari parlemen sebagai pembuat kebijakan, pemerintah sebagai badan eksekutif, CSO, akademisi, dan lain-lain. Di Indonesia, kita mengenal istilah gotong royong yang berarti bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan," ujar Anggota Komisi VII DPR tersebut.

Baca Juga: Ridwan Bae Ajak Masyarakat Bersatu dan Tak Mudah Terprovokasi Isu SARA

Roro Esti menyampaikan pandangan dan gagasannya itu dalam webinar internasional bertajuk "Raising Awareness Towards Pollution and its Impact to Human Health" yang digelar Kaukus Ekonomi Hijau DPR bersama Air Quality Asia (AQA).

Politisi muda Partai Golkar ini memaparkan bahwa kualitas udara sangat erat hubungannya dengan sektor energi sebagai salah satu kontributor terbesar terhadap peningkatan gas rumah kaca di Indonesia.

Oleh karena itu, dirinya bersama Anggota Komisi VII DPR lainnya berupaya memperjuangkan Rancangan Undang-Undang tentang Energi Baru dan Terbarukan (RUU EBT).

Baca Juga: Sukses Pemilu Dengan Disiplin Protokol Kesehatan, Melki Laka Lena Jadikan Korea Selatan Acuan

Hadir dalam webinar antara lain Mercy Chriesty Barends, Ketua Komisi Ekonomi Hijau DPR; Harry Duynhoven, mantan Menteri Transportasi dan Energi Selandia Baru; Kurtz Kunz, Dubes Swiss untuk Indonesia; dan Barlev Nico Marhehe, Chief of Mission UNEP Indonesia.

Hadir pula Budi Susilironi, Direktur PureEarth; Vovia Witni, Program Officer dari Kalimantan Health & Pollution Action Plan; serta Anggota DPR yakni Budisatrio Djiwandono, Sartono Hutomo, Dave Akbarshah Fikarno, dan Ratna Juwita.

Kaukus Ekonomi Hijau DPR yang dibentuk sejak 2009, adalah kaukus parlemen lintas komisi dan fraksi dengan tujuan menciptakan masa depan Indonesia yang berkelanjutan melalui regulasi yang berwawasan lingkungan dan mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara holistik. {harianhaluan}

fokus berita : #Dyah Roro Esti