27 September 2020

Penyidikan Kasus Label SNI Palsu Baja Impor Jalan Di Tempat, Azis Syamsuddin Ingatkan Polisi Jangan Main Mata

Berita Golkar - Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin mempertanyakan penyidikan Kasus Baja Impor asal Thailand yang hingga kini belum terungkap pelaku utamanya. Kasus ini terjadi pada pertengahan Juni 2020 dalam memalsukan label Standar Nasional Indonesia (SNI).

"Tentunya ini berbahaya bagi proses pembangunan, Pemerintah harus mengecek kembali proyek infrastruktur yang dikerjakan tahun ini. Jangan sampai ada label SNI palsu yang mengakibatkan runtuhnya bangunan dan memakan korban jiwa serta mengambil keuntungan semata," kata Azis dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (27/9/2020).

Baca Juga: Konser Dangdut Langgar Protokol, Ketua Golkar Jateng Panggah Susanto Tegur Keras Wasmad Edi Susilo

Politisi Golkar itu menyebut bahwa, Pemerintah secara tegas melindungi industri Baja dalam Negeri. Untuk itu penegak hukum harus melakukan tindakan pengawasan secara ketat dan mengusut tuntas kasus pemalsuan SNI secara cepat dan transparan.

"Jangan sampai ada aparat penegak hukum yang bermain mata dalam menyelesaikan kasus ini, mari kita selamatkan Industri dalam Negeri," tegasnya.

Diketahui, Kasus impor besi baja siku berlabel SNI palsu tersebut diduga merugikan negara Rp2,7 triliun. Perkara akan dibawa ke persidangan jika berkas dinyatakan P21 atau lengkap.

Baca Juga: Rakerda Golkar Kota Tangerang Putuskan Sachrudin Direkomendasikan Jadi Balon Walikota 2023

Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan enam tersangka dalam kasus ini. Polisi menyita 4.600 ton baja impor dari gudang milik PT Gunung Inti Sempurna (GIS).

Polda Metro Jaya mengusut kasus ini sejak Juni 2020. Penyidikan dilakukan atas tindak lanjut laporan polisi nomor LP/ 659/ IV/YAN 2.5/2020/SPKT PMJ bertanggal 17 Juni 2020.

Sementara, Penyidik Polda Metro Jaya melengkapi berkas penyidikan kasus dugaan impor besi baja siku berlabel Standar Nasional Indonesia (SNI) palsu yang ditaksir merugikan negara Rp2,7 triliun. Kepolisian telah mengirimkan berkas perkara tersebut kepada Kejaksaan namun dikembalikan untuk dilengkapi kembali atau P-19.

Baca Juga: 37 Pegawai Mundur, Supriansa Harap KPK Tetap Solid dan Tidak Melemah

“Sudah dikirim pemberkasan dan dikembalikan oleh JPU ke penyidik. Sekarang sedang dilengkapi berkasnya,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat saat dikonfirmasi, Selasa (15/9/2020).

Meski demikian, Tubagus enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai kekurangan pada berkas tersebut. Dia hanya mengatakan tim penyidik sedang melengkapi kembali berkas tersebut berdasarkan petunjuk jaksa. “Itu masuk materi penyelidikan, dalam rangka pemenuhan P-19 kami terus lengkapi,” katanya. {akurat}

fokus berita : #Azis Syamsuddin