30 September 2020

Viral Acungkan 2 Jari Tanda Dukung Yena-Atep di Pilbup Bandung, Ini Klarifikasi Deding Ishak

Berita Golkar - Beredar gambar di media sosial (medsos) bahwa Deding Ishak atau Kang Deding Ishak (KDI) mengacungkan dua jari di suatu pertemuan dengan Hj. Yena Iskandar Ma’soem, calon Bupati Bandung pada Pilbup Bandung 9 Desember mendatang.

Apakah atau benarkah KDI jika kompak mengacungkan dua jari pertanda mendukung Yena yang berpasangan dengan Atep dengan jargon “Dahsyat” itu yang kebetulan paslon ini di Pilbup Bandung nomor urut 2? Atau KDI yang kader Golkar ini pindah haluan seperti yang dilakukan Dadang Supriatna yang juga kader Golkar “loncat pagar” ke PKB agar jadi calon Bupati Bandung.

Baca Juga: Ace Hasan Nilai Penerapan Mini Lockdown di DKi Jakarta Itu Cara Terbaik

Saat dikonfirmasi VISI.NEWS melalui telepon selulernya, Senin (28/9), KDI yang mantan anggota DPR RI dari Golkar ini membenarkan bahwa ia mengacungkan dua jari saat bertemu di satu tempat dengan Yena.

Ketika ditanya apakah dengan mengacungkan dua jari pertanda mendukung penuh paslon “Dahsyat”?. Menurut KDI, mengacungkan dua jari spontanitas saat bertemu tak direncanakan.

“Ya secara pribadi saya mendukung Bu Yena dalam Pilbup. Termasuk saya pun mendukung Bu Hj. Nia Kurnia Agustina dan Pak Dadang Supriatna untuk maju di Pilbup Bandung. Baik Bu Yena, Bu Nia, ataupun Pak Dadang ketiganya merupakan figur dan warga terbaik Kab. Bandung serta layak menduduki kursi Bupati Bandung,” kilahnya.

Baca Juga: Nurul Arifin Ungkap TV Analog dan Frekuensi Tak Merata Jadi Kendala Digitalisasi Televisi

Ketika berkali-kali didesak terkait acungan dua jari pertanda mendukung Dahsyat? KDI menjawab diplomatis bahwa dirinya yang juga merupakan keluarga besar Pesantren Al Jawami serta pengelola perguruan tinggi Islam di Al Jawami mengatakan, soal itu bisa dikembalikan ke publik.

“Sudah saya katakan, Bu Yena, Bu Nia, dan Pak Dadang Supriatna figur yang layak memimpin Kab. Bandung. Ketiganya layak jadi panutan dan ketiganya juga sudah dianggap saudara serta kenal baik. Yang penting, di Pibup Bandung nanti berjalan aman, lancar, dan kondusif di tengah pandemi Covid-19 serta berharap terpilih pemimpin Kab. Bandung hasil pilihan masyarakat Kab. Bandung,” harapnya.

Diketahui, KDI dan Dadang Supriatna yang kini jadi calon bupati Bandung berpasangan dengan Sahrul Gunawan (Bedas) sebelumnya jadi bakal calon (balon) Bupati Bandung. Namun di perjalanan KDI dan Dadang Supriatna terpaksa harus “gigit jari” dari pencalonan bupati.

 

Baca Juga: Golkar Dharmasraya Targetkan Raup 70 Persen Suara Untuk Sutan Riska-Dasril Panin Dt Labuan

Pasalnya, keduanya tersingkir oleh Bu Hj. Nia Kurnia Agustina. Hj. Nia yang istri Bupati Bandung, Dadang Naser ini jadi balon bupati setelah mendapat rekomendasi dari pengurus DPP Partai Golkar.

Karena Dadang Supriatna yang anggota DPRD Jabar dari Fraksi Golkar ini tersingkir dan kalah bersaing dengan Hj. Nia harus loncat pagar dan pindah ke perahu PKB untuk jadi calon bupati Bandung. Dadang Supriatna pun jadi calon Bupati ini, selain harus keluar dari kader Golkar, status anggota dewan di DPRD dari Fraksi Golkar pun ia tanggalkan. {visi.news}

fokus berita : #Deding Ishak #Yena Iskandar Ma’soem