02 Oktober 2020

Selain Bikin Penampilan Tambah Cantik, Ini Alasan Nurul Arifin Jatuh Cinta Pada Batik

Berita Golkar - Sebagai sebuah warisan budaya, batik sudah lekat dengan kearifan nusantara. Hal ini diperkuat dengan adanya gambar – gambar motif batik pada sejumlah relief di candi borobudur yang dibangun pada abad ke – 9 Masehi.

Pada abad ke XVIII dan awal Abd ke XIX, di masa kerajaan mataram, kerajaan solo dan Yogyakarta perkebangan batik semakin meluas salah satunya sebagai pakaian adat.

“Setiap desain ada makna di dalamnya. Setiap daerah punya cerita yang berbeda dengan batik – batiknya,” ujar Politisi Senior Partai Golkar Nurul Arifin saat dihubungi melalui pesan aplikasi. Jumat 2 Oktober 2020.

Baca Juga: Azis Syamsuddin Minta Masyarakat Jeli Saring Isu PKI di Medsos Yang Kerap Jadi Hoaks

Sebagai sebuah warisan budaya yang telah di akui dunia, batik tumbuh dan berkembang tidak hanya di tanah Jawa. Tapi juga berkembang disejumlah wilayah lainnya di Indonesia seperti Aceh, Minangkabau, Toraja, Flores, halmahera Hingga Papua.

Nurul menuturkan jika organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNESCO, telah menetapkan batik Indonesia sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity atau Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non-bendawi pada 29 September 2009 di Abu Dhabi.

“Pengakuan Internasional itu pun ditindak lanjuti melalui Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009. pemerintah pun menetapkan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional dan diperingati setiap tahunnya,” ujarnya.

Baca Juga: Bamsoet Minta Pemerintah Tanggapi Serius Penilaian Belum Maksimalnya Penanganan COVID-19

Sebagai warisan budaya yang telah diakui Dunia, citra batik semakin terangkat menjadi sesuatu yang bisa dipadu padankan, sehingga batik tidak lagi dilihat dan dianggap sebagai pakaian yang bersifat formal, tua dan kaku.

“Tidak ada alasan batik itu jadul. Batik klasik dan modern, dan jangan salah saat ini batik indonesia banyak di copy desainnya oleh para desaine. Mereka terinspirasi oleh motif batik indonesia,” ujarnya.

Dengan mengemban status warisan budaya dunia, tentu menjadi tanggung jawan semua pihak untuk terus menjaga dan memajukan batik Indonesia. Nurul kerap memadu madankan batik ini menjadi out fit kekinian yang nyaman untuk digunakan.

“Batik bisa dijadikan jacket, celana gombrong atau model palka seperti saya punya,” ujar Anggota DPR RI Komisi 1 itu. “Saya menyukai semua batik, Tidak ada alasan batik itu jadul. I love batik,” pungkasnya. {jurnalgaya.pikiran-rakyat}

fokus berita : #Nurul Arifin