06 Oktober 2020

Dubes Tantowi Yahya Nilai Era Baru Kemitraan RI dan Selandia Baru Bakal Untungkan Pasifik

Berita Golkar - Dinamika kerja sama Indonesia dan Selandia Baru memasuki era baru setelah lebih dari 60 tahun menjalin hubungan diplomatik.

Tidak saja status hubungan kedua negara meningkat menjadi Kemitraan Komprehensif (Comprehensive Partnership) menyusul pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri Jacinda Ardern pada Maret 2018. Namun ke depannya Indonesia dan Selandia Baru perlu terus bergandengan tangan dalam meningkatkan kesejahteraan di seluruh kawasan Pasifik.

Hal ini disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Samoa, Tonga, Kepulauan Cook, dan Niue, Tantowi Yahya, saat memberikan paparan mengenai perkembangan hubungan Indonesia-Selandia Baru di forum para mantan atase pertahanan Selandia Baru hari Selasa (6 Oktober 2020) di Wellington.

"Di bawah payung Kemitraan Komprehensif ini, Indonesia dan Selandia Baru memperluas bidang-bidang kerja sama, yang dijabarkan pada sebuah Rencana Aksi (Plan of Action)." ujarnya.

Rencana Aksi periode 2020-2024 telah disahkan bersama oleh Menteri Luar Negeri Indonesia dan Selandia Baru pada akhir Juli yang lalu.

Dubes Tantowi selanjutnya mengungkapkan bahwa perhatian Indonesia yang lebih besar ke kawasan Pasifik tidak lepas dari arahan Presiden Jokowi seusai kunjungan ke Selandia Baru tersebut.

Untuk itu, di tahun 2019 Menteri Luar Negeri Indonesia meluncurkan Pacific Elevation, arah kebijakan luar negeri yang menekankan komitmen Indonesia di Pasifik melalui kerja sama pembangunan maupun bantuan kemanusiaan.

“Pacific Elevation seyogianya melengkapi berbagai inisiatif Pasifik lain, termasuk Pacific Reset dari Selandia Baru,” terang Dubes Tantowi.

Visi tentang kawasan Pasifik yang damai, makmur, dan inklusif juga terefleksi dalam ASEAN Indo-Pacific Outlook, yang juga merupakan inisiatif Indonesia. Berbeda dari konsep Indo-Pacific yang lain, konsep ASEAN mengedepankan kolaborasi tanpa mengalienasi negara manapun.

fokus berita : #Tantowi Yahya