10 Oktober 2020

Ingin Lampaui Perolehan Suara Jokowi di Pilkada 2010, Gibran Targetkan 92 Persen Suara

Berita Golkar - Pasangan Gibran Rakabuming Raka - Teguh Prakosa menargetkan raupan perolehan suara sebesar 92 persen dalam Pilkada Solo 2020. Ketua DPC PDI Perjuangan Solo, FX Hadi Rudyatmo mengatakan besaran tersebut bukan hal yang tak bisa digapai. Asalkan, partai-partai politik pendukung Gibran - Teguh bergerak.

"Dengan realita yang ada, misalnya PDI Perjuangan 62 persen, Golkar 10 persen, PAN 10 persen, Gerindra 10 persen. Itu riil, kalau kerja semua dapat," ucap Rudy kepada TribunSolo.com, Jumat (9/10/2020).

Target suara itu melampaui raupan suara yang didapatkan pasangan Joko Widodo (Jokowi) - Fx Hadi Rudyatmo di Pilkada Solo 2020. Kala itu, pasangan tersebut bisa menumbangkan pasangan KP Eddy S Wirabhumi - Supradi Kertamenawi.

Baca Juga: Prabowo Sudah Ke Rusia, Dave Laksono Nilai Wajar Kini Ke AS Agar Berimbang Dua Sisi

Pasangan Edi - Supradi keok telak dan hanya mengamankan 9,91 persen suara. Sementara pasangan Jokowi - Rudy berhasil mengamankam 90,9 persen. Rudy tak risau bila pasangan Gibran - Teguh bisa melampaui suara yang didapatkanya bersama Jokowi ketika nyemplung di Pilkada Solo 2010.

"Harapan saya melebihi. Besok 91 atau 92 persen. Solo pasti akan lebih maju," tutur dia.

"Tidak masalah terkalahkan. Kalau untuk kepentingan rakyat, tak dukung," tambahnya.

Gaduh PDIP vs Demokrat

Insiden Ketua DPR Puan Maharani yang diduga mematikan mikrofon politikus Partai Demokrat menginterupsi sidang paripurna pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja tengah disorot.

Baca Juga: Maman Abdurrahman Minta Masyarakat Tak Tersulut Provokasi Isu Negatif UU Cipta Kerja

Apalagi, partai yang menaungi keduanya berbeda haluan politik dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Partai Demokrat lebih memilih untuk menjadi oposisi dalam pemerintahan itu. Sementara partai yang menaungi Puan, PDI Perjuangan memilih menyokong poros pemerintah.

Nah, apakah insiden mematikan mikrofon tersebut akan berdampak di gelanggang Pilkada Solo 2020? Pengamat Hukum Tata Negara dan Politik Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Agus Riewanto menilai itu tidak akan mempengaruhi konstelasi dalam pesta demokrasi lima tahunan.

"Permainan ada di Jakarta sementara Pilkada ada di daerah dengan mengandalkan pengaruh tokoh yang ada di daerah," terang Agus kepada TribunSolo.com, Selasa (6/10/2020).

Baca Juga: Menangkan None-Zunnun, Golkar Makassar Panaskan Mesin Partai Bentuk Bappilu dan BSN

Menurut Agus, Pilkada 2020, termasuk di Solo lebih bersifat lokalitas dan tidak terpengaruh isu nasional. Termasuk berkaitan raupan perolehan suara pasangan calon yang diusung PDI Perjuangan.

Seperti diketahui, partai besutan Megawati Soekarnoputri itu mengusung pasangan Gibran Rakabuming Raka - Teguh Prakosa di Pilkada Solo 2020.

"Tidak ada pengaruhnya terhadap Gibran. Pilkada kaitannya tokoh-tokih lokal," ujar Agus.

"Situasinya sangat lokalitas. Tidak ada kaitannya dengan situasi nasional," tandasnya.

Sandiaga Jadi Jurkam Gibran

Pandemi Covid-19 membuat para pasangan calon kepala daerah yang berlaga di Pilkada 2020 harus beradaptasi. Pasangan Gibran Rakabuming Raka - Teguh Prakosa juga turut di antaranya.

Baca Juga: Reses di Banjarnegara, Bamsoet Ajak Kader Golkar Sosialisasikan Fakta Tentang UU Cipta Kerja

Pasangan yang diusung PDI Perjuangan dalam Pilkada Solo 2020 itu mengaku tengah menyiapkan kemasan khusus bagi para juru kampanye (Jurkam).

Seperti diketahui, Sandiaga Salahudin Uno, Puan Maharani, hingga Megawati Soekarnoputri masuk dalam daftar jurkam. Mereka rencananya bakal dihadirkan secara virtual atau daring.

"Nanti mungkin kita kemas juga secara daring," kata Gibran kepada TribunSolo.com, Jumat (2/10/2020).

Baca Juga: Tensi Tinggi Pilkada Wakatobi, Ketua AMPG Ahmad Billfaqih Serukan Pilkada Damai

"Tidak mungkin nanti bu Mega, pak Sandy dan lain-lainnya kita datangkan di kampung - kampung atau kampanye akbar di lapangan," ungkapnya.

Bagi Gibran, komunikasi dengan warga Kota Solo tidak terputus cuma gegara pandemi Covid-19. "Itu kan sudah tidak ada lagi. Semuanya harus beradaptasi secara daring," ujar Gibran.

"Yang penting komunikasi dengan warga tetap terjaga. Baik secara daring atau tatap muka yang penting komunikasi lancar," tambahnya. {solo.tribunnews}

fokus berita : #Gibran Rakabuming Raka #FX Hadi Rudyatmo